Tondano, Sulutreview.com – Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Oktavian Roring, M.SI, IPU, ASEAN,Eng, bertindak sebagai inspektur upacara (irup) pada peringatan hari lahir (harlah) Pancasila pada Kamis (01/06/2023).
Upacara yang berlangsung di halaman kantor Bupati Minahasa, dimulai tepat pukul 08.00 Wita dan diikuti oleh seluruh pejabat dan ASN lingkup Pemkab Minahasa.
Selanjutnya pada pukul 09.00 Wita, Bupati Roring bersama jajaran ASN juga mengikuti peringatan harlah Pancasila, melalui YouTube juga mengiuti upacara yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo yang berlangsung di ruang sidang Kantor Bupati Minahasa yang di ikuti oleh kepala SKPD Kabupaten Minahasa.

Inspektur Upacara Presiden RI Joko Widodo, dalam amanat yang di bacakan Bupati Minahasa Royke Roring mengatakan, Pancasila dan nilai-nilai luhur yang dikandungnya merupakan falsafah dasar, pandangan hidup bangsa, dasar negara, ideologi, kekuatan pemersatu, dan sumber segala sumber hukum.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan meja statis yang menyatukan berbagai keragaman yang ada, sekaligus sebagai bintang penuntun (Leitstar) dinamis yang memandu kehidupan bangsa agar sesuai dengan cita-cita pendirian negara, mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” kata Bupati Roring.

Keberadaan Pancasila merupakan anugerah dari Tuhan yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia dan hari lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni, memiliki makna bagi rakyat dan bangsa Indonesia, tidak hanya menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara ataupun tujuan berbangsa, namun turut menjadikan Pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila tidak dapat digantikan dengan apapun juga baik pada masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang,” tegas Bupati Minahasa.

Dalam sambutannya Bupati Roring juga menyampaikan, bahwa angka stunting di Indonesia masih tinggi dan berada di atas ambang batas yang di tetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO) yaitu 20 persen untuk mengatasinya saya mengajak masyarakat bergotong royong menurunkan angka stunting di Indonesia.

Hal ini merupakan kerja nyata pembumian Pancasila dan pengaktualisasian nilai luhur Pancasila.(advertorial)













