Manado, Sulutreview.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dr. Julyeta Paula Runtuwene, MS menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses di daerah pemilihan (dapil) Kota Manado. Agenda tersebut digelar pada Masa Persidangan Kedua Tahun 2026 dan berlangsung di Sintesa Peninsula Manado, Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan warga dari berbagai kecamatan di Kota Manado, mulai dari Tikala, Tuminting, Bunaken Barat, hingga Malalayang dan Singkil. Dalam forum tersebut, Paula menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan masyarakat.
Menurutnya, reses merupakan momen penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga. Hasil dari pertemuan ini nantinya akan dibawa ke dalam pembahasan pokok-pokok pikiran DPRD dan diperjuangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan, pariwisata, ketenagakerjaan, kebudayaan, serta perlindungan perempuan dan anak, Paula menyebut aspirasi yang masuk akan disesuaikan dengan ruang lingkup kerja komisi agar dapat diperjuangkan secara maksimal.

Ia juga mengungkapkan sejumlah capaian DPRD Sulut bersama pemerintah daerah sepanjang tahun 2025, seperti pengesahan Peraturan Daerah tentang Kepemudaan, Penanggulangan Bencana, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam proses tersebut, ia turut berperan aktif sebagai Sekretaris Panitia Khusus.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai persoalan, di antaranya kondisi infrastruktur jalan provinsi yang rusak, fasilitas umum yang terbengkalai, hingga masalah drainase yang memicu banjir. Selain itu, isu ketenagakerjaan dan ketertiban umum seperti penggunaan knalpot bising serta pengelolaan sampah juga menjadi perhatian.
Menanggapi hal tersebut, Paula memastikan seluruh aspirasi akan dikawal melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD. Ia menegaskan bahwa setiap masukan masyarakat akan menjadi dasar dalam mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan rakyat.
“Fungsi DPRD bukan hanya legislasi, tapi juga penganggaran dan pengawasan. Contohnya, untuk bidang pendidikan, kami turun langsung ke lapangan, termasuk ke sekolah-sekolah, yakni untuk memastikan anggaran benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” jelasnya.
Dalam sesi dialog, berbagai persoalan krusial disampaikan warga. Mulai dari kondisi jalan provinsi yang rusak dan rawan kecelakaan, fasilitas umum milik pemerintah provinsi yang terbengkalai.
“Contohnya seperti Taman Budaya, Kolam Renang Sario yang tak kunjung diperbaiki, hingga persoalan drainase yang penuh sedimentasi sehingga memicu banjir,” ucap
Jeffry Tendean Sario.

Isu ketenagakerjaan juga menjadi sorotan, di tengah tingginya arus masuk tenaga kerja dari luar daerah yang dinilai perlu diimbangi dengan perlindungan peluang kerja bagi masyarakat lokal, turut disampaikan warga.
“Kami juga menyampaikan persoalan ketertiban umum seperti penggunaan knalpot bising yang mengganggu kenyamanan warga, pengelolaan sampah di pusat kota yang buruk, serta perlunya percepatan proyek penanggulangan bencana di bantaran sungai. Kiranya ini dapat disikapi,” beber Deddy Karim warga Tikala.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Paula menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dikawal secara serius melalui mekanisme DPRD, baik dalam pembahasan anggaran, pengawasan program, maupun dorongan kebijakan strategis.
“Kita punya semangat yang sama untuk membangun Sulawesi Utara. Aspirasi masyarakat ini akan menjadi dasar perjuangan kami agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tegasnya.
Reses ini pun menjadi bukti nyata kinerja Paula Lumentut untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap suara tidak hanya didengar, tetapi juga memperjuangkan hingga menjadi kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.

Paula Runtuwene yang merupakan Anggota DPRD Sulut Komisi IV, juga memanfaatkan masa reses untuk turun langsung ke masyarakat dengan mengunjungi sejumlah sekolah di Manado. Agenda tersebut dilakukan sejak 30 Maret hingga 1 April 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas legislator dalam menyerap aspirasi serta memastikan implementasi program dan kebijakan pendidikan berjalan optimal hingga ke tingkat sekolah.
Dalam agenda reses tersebut, Paula Runtuwene mengunjungi SMK Negeri 1 Manado, SMK Negeri 9 Manado, serta SMA Negeri 4 Manado.
Ia berdialog langsung dengan para siswa, pengurus OSIS, serta jajaran pimpinan sekolah guna mendengar berbagai masukan terkait kondisi pendidikan di lapangan.
Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut, terutama terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Mulai dari kebutuhan ruang kelas yang memadai, fasilitas laboratorium, pagar keliling sekolah, hingga sarana olahraga yang dinilai masih perlu perhatian lebih.
Selain itu, kebutuhan tenaga pendidik juga menjadi salah satu sorotan penting. Para pihak sekolah menyampaikan harapan adanya penambahan guru serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Tak hanya itu, dukungan terhadap pengembangan seni budaya, olahraga, serta pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam proses belajar mengajar juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan.
Dalam dialog tersebut, turut dibahas pentingnya pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi sebagai bentuk motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda.

Paula Runtuwene menegaskan bahwa masa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat, mendengar secara nyata kebutuhan di lapangan, serta memastikan bahwa program, anggaran, dan kebijakan di bidang pendidikan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya hingga ke ruang-ruang kelas.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan siswa dan sekolah. Aspirasi yang kami terima akan menjadi bahan penting dalam pembahasan di DPRD,” ujarnya.
Kegiatan reses ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik dan berdaya saing.(advertorial)













