Manado, Sulutreview.com – April 2023 Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,25 persen. Inflasi tahun kalender sebesar 1,16 persen dan inflasi year on year (yoy) sebesar 3,86 persen.
Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, penyumbang inflasi terbesar secara year on year (yoy) pada bulan April yaitu bensin sebesar 0,9761 persen dan komoditi penyumbang deflasi terbesar yaitu cabai rawit sebesar 0,3100 persen.
“Penyumbang inflasi terbesar secara month to month (mtm) pada bulan April 2023
yaitu angkutan udara sebesar 0,4042 persen, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah cabai rawit sebesar 0,4829 persen,” katanya dalam rilis, Selasa (02/05/2023).
Sesuai perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan April 2023 secara umum menunjukan adanya kenaikan.
Kota Manado pada bulan April 2023 terjadi inflasi yoy sebesar 3,86 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen dari 109,97 pada bulan April 2022 menjadi 114,21 di bulan April 2023. Perkembangan inflasi Kota Manado secara mtm sebesar 0,25 persen dan inflasi tahun kalender 2023 sebesar 1,16 persen
“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy pada April 2023, antara lain bensin sebesar 0,9761 persen, beras sebesar 0,7488 persen, angkutan udara sebesar 0,3766 persen, angkutan dalam kota sebesar 0,3165 persen, nasi dengan lauk sebesar 0,1324 persen,” jelasnya.
Komoditas yang memberikan andil deflasi yoy, antara lain, cabai rawit sebesar 0,3100 persen, kangkung sebesar 0,1032 persen, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso sebear 0,0835 persen, tomat sebesar 0,0768 persen, daging ayam ras sebesar 0,0755 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan atau andil inflasi mtm terbesar pada April 2023, antara lain: angkutan udara sebesar 0,4042 persen; nasi dengan lauk sebesar 0,1278 persen; ikan selar/ikan tude sebesar 0,0737 persen; ikan malalugis atau ikan sorihi sebesar 0,0613 persen; bawang merah sebesar 0,0302 persen; mie sebesar 0,0160 persen; tomat sebesar 0,0157 persen; beras sebesar 0,0156 persen; telur ayam ras sebesar 0,0130 persen dan ikan nike sebesar 0,0083 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan/andil deflasi mtm terbesar adalah cabai rawit sebesar 0,4829 persen; ikan cakalang/ikan sisik sebesar 0,0503 persen; daging babi sebesar 0,0159 persen; cakalang diawetkan sebesar 0,0121 persen; besi beton sebesar 0,0104 persen; terong sebesar 0,0074 persen; anggur sebesar 0,0074 persen; daun paku/pakis sebesar 0,0070 persen; popok bayi sekali pakai/diapers sebesar 0,0064 persen dan ikan oci sebesar 0,0063 persen.(srv)













