Airmadidi, Sulutreview.com – Kegiatan Selebrasi Paskah Remaja Sinode GMIM 2023 yang digelar di lapangan Desa Kaima Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), terdapat ratusan peserta yang jatuh pingsan.
Dari data yang ada, sebanyak 229 peserta terpaksa harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Minut.
Kondisi ini sempat membuat kericuhan di beberapa rumah sakit, sehingga membuat Bupati Minut Joune Gand (JG) langsung mengunjungi sejumlah peserta Selebrasi Paskah di rumah sakit, Minggu (16/042023) dini hari.
“Yang jelas saya telah memastikan langsung semua yang terdampak telah ditangani oleh tim medis di 4 rumah sakit di Minut, dari 229 orang hanya 2 orang yang dirawat inap karena penyakit bawaan dan hari ini juga telah dipulangkan oleh pihak rumah sakit” ujar Bupati JG.
Dia menjelaskan, pada prinsipnya sejak kejadian ini panitia khususnya tim medis langsung bergerak membantu pihak Rumah Sakit dalam memberikan tindakan medis yang di butuhkan.
“Yang jelas kondisi pelayanan di 4 rumah sakit itu bukan kekacauan atau keributan seperti beredar di medsos, akan tetapi hal itu di sebabkan karena faktor kedatangan para pasien secara serentak dalam jumlah yang banyak serta ada unsur kepanikan keluarga dan teman-teman remaja yang sakit,” tegas JG.
Terkait beredarnya isu bahwa ada pasien remaja yang dipungut biaya, itu karena yang bersangkutan tidak terdaftar kepesertaan BPJS, jadi sesuai prosedur standar rumah sakit harus membayar. Namun setelah itu panitia langsung menganti biayanya.
Dari sekian banyak remaja yang mendapatkan tindakan medis, status kepesertaan BPJS-nya tidak aktif, namun saat itu panitia langsung bergerak cepat mengaktifkan agar dapat dimanfaatkan.
“Puji TUHAN semua telah terkondisikan dengan baik, dari sisi teknis medis dan biaya yang ditimbulkan semua telah sesuai prosedur dan diatasi oleh panitia pelaksana bekerja sama dengan Dinas terkait di jajaran Pemkab Minut,” tegasnya.
Dia menambahkan, terlepas dari peristiwa yang telah diatasi dengan tuntas itu, sejak awal panitia telah mengantisipasi dengan menyiagakan pos kesehatan yang sangat memadai termasuk unit ammbulance.
Sesuai fakta di lapangan, peserta yang banyak mengalami pingsan itu terjadi di saat berjalan dan garis finish sementara yang di lapangan atau garis start hanya sedikit jumlahnya.
“Namun sejak awal kegiatan melihat kondisi cuaca yang cukup panas saat itu, panitia pelaksana secara intensif mengingatkan kepada seluruh peserta jika mengalami gangguan kesehatan segera mendatangi pos kesehatan yang disiapkan oleh panitia, dan bagi yang lelah tidak memaksanakan diri untuk mengikuti kegiatan ini,” kata JG.
JG sangat mengapresiasi gerak cepat tim medis di 4 rumah sakit yang ada di Minut dalam memberikan pertolongan sehingga seluruh peserta Selebrasi Paskah Remaja GMIM 2023 yang pingsan dapat dilayani sehingga seluruhnya telah menjalani rawat jalan atau pulang ke rumah masing-masing.
“Atas nama panitia Selebrasi Paskah Remaja GMIM wilayah Winawerot dan Bupati Minut, katanya menyampaikan apresiasi kepada tim medis dan manajemen empat RS yang telah membantu sehingga seluruh peserta yang sakit dapat telah diberikan pertolongan secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku,” sebut JG sambil memohon maaf atas seluruh ketidaknyamanan selama pelaksanaan Selebrasi Paskah Remaja GMIM.
“Di antaranya kemacetan arus lalu lintas sejak pembukaan hingga penutupan yang dihadiri oleh puluhan ribu peserta itu.
Berikut Jumlah Pasien Yang dirawat :
RS Walanda Maramis 55 Pasien
RS Lembean 125 Pasien
RS Tonsea 21 Pasien
RS Sentra 28 Pasien
Total yang dirawat 229 Pasien dan untuk diketahui seluruh pasien tidak dipungut biaya.(Josh)













