Bitung, Sulutreview.com– Kendati saat ini masih ada riak-riak yang entah kenapa masih menyudutkan akan kinerja Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Pasar Kota Bitung Sulawesi utara.
Akan tetapi hal tersebut, tidak menjadi penghalang untuk terus melakukan banyak hal dalam pembenahan secara menyeluruh, baik itu internal maupun tertib administrasi. Pihaknya terus konsisten melakukan dalam hal pengembangan Perumda yang lebih baik lagi.
Buktinya sampai saat ini, sudah ada beberapa terobosan terbaru yang dilakukan Perumda Pasar yakni Tata Kelola secara Digitalisasi mencakup data base pendataan pedagang, pembayaran lapak secara non tunai via Bank langsung serta e-kinerja yakni memantau akan kinerja setiap karyawan Perumda Pasar.
“Bisa kita lihat saat ini, ada pedagang dari Pulau Lembeh Papusungan langsung menerima SK pembayaran Lapaknya dan untuk biayanya mereka langsung membayar via Bank lewat rekening yang telah ditentukan oleh Perumda Pasar,” ujar Pak Petrus dan Michael sambil foto bersama dengan pedagang Senin (06/03/2022).
Kepada wartawan, Plt Direktur Perumda Pasar Petrus Tuange S.Sos M.SI dan Direktur Operational Michael Jacobus SH MH CLA mengatakan bahwa memang karena waktu mereka menjabat hanya 6 bulan. Maka dari itu ada beberapa terobosan yang telah dilakukan untuk pengembangan Perumda Pasar diantaranya.
“Yaitu kami mencoba, melakukan penataan Perumda ini, secara digitalisasi. Contohnya saat ini, kami sudah membuat E-Kinerja, yaitu sebuah platform yang memantau kinerja, setiap karyawan Perumda setiap hari yaitu dalam bekerja setiap hari, apa kinerja mereka dan esok harinya apa proyeksi yang akan mereka lakukan,” kata Petrus dan Michael.
Kedua Digitalisasi pendataan pedagang atau Data Base. Dimana lewat aplikasi yang kami lakukan bisa memonitor jumlah pedagang yang ada di seluruh Kota Bitung dan mengetahui historisnya yaitu dimana titik dia menjual dan apa saja barang yang pedagang jual sebab sebelum-sebelumnya belum ada data yang pasti berapa jumlah reel pedagang yang ada di Kota Bitung sehingga kami putar otak dan melakukan terobosan Data Base pedagang ini.
Brikutnya adalah, melakukan pembenahan dalam hal struktur organisasi yaitu berapa jumlah pegawai Perumda Pasar dan masing-masingnya peranya apa saja.
“Saat ini, dalam hal pembayaran gaji sudah kami benahi. Dan semua karyawan sudah menerimanya dan untuk karyawan lapangan setiap 2 Minggu gaji mereka langsung dibayar,” ujar Pak Petrus dan Michael.
Selain itu, soal BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan kami sudah melakukan audiensi dengan Kepala BPJS untuk meneruskan penanggungan BPJS kepada kalangan pedagang agar memang bisa tercover kembali di BPJS Kesehatan maupun Tenaga Kerja.
“Sebab ada tunggakan yang kami harus selesaikan, namun saat ini tinggakanya sudah kami bayar lunas” ujarnya.
Apalagi sambung Pak Petrus dan Michael bahwa KPM (Kuasa Pemilik Modal) yakni Bapak Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM telah mewanti-wanti kepada kami Plt untuk dapat melakukan perubahan secara menyeluruh di Perumda Pasar. Dan itu perlahan namun pasti sudah kami lakukan.
“Ya salah satu yang Pak Walikota inginkan yakni untuk gaji-gaji karyawan jangan sampai ada yang tidak dibayar. Dan hal itu sudah kami lakukan,” pungkas Pak Petrus dan Michael.(zet)













