Penerbangan Manado-Narita, Terobosan Brilian OD-SK Bangkitkan Pariwisata Sulut

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menggunting pita tandai penerbangan perdana Manado-Narita. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Keberanian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dimotori Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw (OD-SK), dengan membuka penerbangan langsung Manado-Narita adalah sebuah keniscayaan untuk kemajuan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

Gagasan brilian yang menjadi sebuah terobosan di awal tahun 2023, adalah jembatan strategis bagi pemerintahan OD-SK menggairahkan sektor pariwisata yang sempat mengalami masa kejayaan dengan membludaknya wisatawan Tiongkok, sebelum pandemi Covid-19.

Sukses melobi kerja sama yang disambut optimistis kalangan pelaku pariwisata dan maskapai Garuda Indonesia tersebut, ditandai dengan hadirnya penerbangan perdana yang menggunakan nomor GA 884 dengan tipe Airbus 330-300 yang mendarat mulus di Bandara Sam Ratulangi Manado, Kamis (02/02/2023).

Water salute menyambut kedatangan perdana pesawat berbadan lebar tersebut.

Penerbangan perdana Manado-Narita disambut antusias

Gubernur Olly dan para pejabat Forkopimda serta para stakeholder lainnya, sekaligus menjadi penumpang di penerbangan perdana tersebut.

Rombongan gubernur beserta jajaran pejabat datang di lokasi acara dan disambut dengan tari-tarian adat, dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda dibukanya penerbangan.

“Saya berterima kasih atas keterlibatan semua stakeholder yang ada di permerintah propinsi Sulawesi Utara, supporting dari Forkompinda dan seluruh masyarakat sehingga kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik,” ungkap Gubernur Olly.

Penerbangan perdana disambut water salute. Foto : ist

Ia juga mengatakan, peluang penerbangan ini, bukan hanya untuk sektor pariwisata saja, namun turut membawa angin segar bagi para eksportir ikan Tuna.

“Eksportir ikan Tuna sebelumnya, sudah berhenti 3 bulan lebih dan hari ini bergairah kembali, ” ujar Olly Dondokambey.

Maskapai Garuda Indonesia, sebelumnya, diketahui, memuat kargo dengan muatan hasil laut berupa Tuna yang merupakan produk andalan Sulut.

Tiba di Tokyo, rombongan Gubernur Olly Dondokambey dan jajaran Forkopimda serta
sejumlah kepala daerah tiba di bandara internasional Narita, Provinsi Chiba Jepang sekitar pukul 08.40 waktu Narita.

Mengemban misi untuk kemajuan pariwisata Sulut, Gubernur Olly membawa semua stakeholder pariwisata seperti ASITA dan PHRI Sulut.

Gubernur Olly mengatakan direct flight manado narita adalah sebuah momentum yang sangat baik untuk mendongkrak kembali iklim pariwisata Sulut.

Gubernur Olly dan pelaku wisata

“Saya berharap momentum ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata untuk mempromosikan semua potensi destinasi wisata. Ini kesempatan emas,” ujar Olly.

Dengan kedatangan rombongan Pemprov Sulut di Jepang, Gubernur Olly juga berharap bisa mendatangkan turis Jepang sebanyak-banyaknya ke Sulut.

Sejumlah pelaku wisata mengaku antusias dengan penerbangan langsung Manado-Narita.

Ketua Asita sulut, Moody Paat memberi apresiasi kepada Gubernur Olly, atas terobosan kerja sama direct flyght Manado-Narita, yang telah membuka peluang selebar-lebarnya kepada semua pelaku usaha pariwisata di Sulut.

“Dunia pariwisata kembali bergairah dengan penerbangan langsung yang memberi dampak positif bagi semua lintas sektor pariwisata. Terima kasih Pak Gubernur,” ujarnya.

Merry Karouwan, yang ikut dalam rombongan, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya upaya OD-SK untuk kesejahteraan warga sulut lewat sektor pariwisata harus ditangkap dengan baik oleh semua stakeholder.

“Terima kasih untuk Pemprov Sulut, atas dibukanya penerbangan Manado-Narita, yang membuat dunia pariwisata di Sulut kembali berjaya. Sulut harus menjadi magnet bagi wisatawan asal Jepang” ungkap Merry yang sekaligus juga owner Excelsio hotel and travel serta Kain Waya Sulut.

Diketahui dari bandara Narita Jepang, rombongan Pemprov Sulut selama sehari akan mengunjungi Tsukiji Fish Market, Central Tokyo dan Gotemba Premium Market.

Gubernur Olly Dondokambey kawal langsung penerbangan Manado-Narita. Foto : ist

Selain misi pariwisata, Gubernur Olly bersama Forkompimda dan para kepala daerah memiliki beberapa agenda seperti pertemuan dengan warga Kawanua di Oarai serta pertemuan dengan idea consultants, inc untuk membahas pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan infrastruktur pariwisata.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi, Minggus ET Gandeguai, memberikan respon positif.

Ia menjelaskan bahwa dengan mendaratnya pesawat Airbus 330-300 ini, memuat juga penumpang dengan rute dari Denpasar ke Manado dan dilanjutkan penerbangan dari bandara Sam Ratulangi Manado ke Narita Tokyo Japan.

Terobosan ini, menunjukkan komitmen Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Sulut.

“Terutama dalam upaya perluasan layanan penumpang dan pengangkutan komoditas ekspor Sulut melalui penyediaan dan peningkatan layanan distribusi logistik komoditas ekspor unggulan serta juga menggairahkan sektor pariwisata,” ungkapnya.

Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 884 ini dengan Rute DPS – MDC MDC- NRT (Narita Japan) memuat kargo 2200 kilogram dengan jumlah penumpang 117 dari Manado dan rencananya pesawat tersebut akan beroperasi 3 kali dalam sebulan dengan rute Denpasar-Manado, dan dilanjutkan dengan Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Bandara Narita, Tokyo Jepang.

Sulut Bakal Adopsi Budaya Kebersihan Jepang

Hari pertama tiba di Tokyo, Gubernur Olly menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata di kaki Gunung Fuji Jepang, Kamis (02/03/2023).

Olly secara terus terang sangat mengagumi kebersihan negara Jepang. Bahkan terbersit dalam pikirannya untuk mengaplikasikannya di Sulut.

Gubernur Olly Dondokambey. Foto : ist

“Pada penerbangan perdana ini, saya mengajak sejumlah kepala daerah yang ada di Sulawesi Utara. Untuk melihat destinasi wisata yang ada di Jepang. Mereka bisa berinovasi dan menjadi contoh. Karena Tokyo merupakan negara terbersih di dunia,” ungkap Gubernur Olly.

Sejumlah daerah wisata yang sempat dikunjungi, menurut Olly sangat minim tong sampah.

“Karena sampah pribadi yang dihasilkan dibawa pulang untuk di letakkan di tempat sampah yang ada di rumah,” ujarnya.

Manado sebagai pusat destinasi wisata, penting untuk mencontoh dan menetapkan kebersihan seperti di Jepang.

“Ini akan sangat bermanfaat bagi kita untuk kita terapkan di Manado yang menjadi pusat destinasi wisata,” tukasnya.

Sesuai rencana, Gubernur Olly bersama pelaku wisata yang ada di Sulut akan melakukan pertemuan dengan sejumlah stakeholder untuk membahas rencana kerja sama.

Budaya kebersihan siap diadopsi

“Kami akan melakukan pertemuan dengan pelaku pariwisata dari Jepang untuk membahas kerja sama,” tukasnya.

Tujuannya, sebut Olly untuk mendapatkan input pemikiran. Terutama berkaitan dengan berbagai hal yang diinginkan. Sehingga pemerintah dapat mempersiapkan destinasi wisata di Sulut yang cocok dengan budaya kebersihan yang ada di Jepang,” katahya.

Saat jalan-jalan di sejumlah tempat wisata, Gubernur Olly terlihat sangat menikmati suasana yang ada.

Ia mengenakan jaket berwarna coklat dan topi lebar yang senada dengan baju yang dikenakan.

Prefektur Kyoto Jadi Inspirasi Hadirkan
Transportasi Modern di Sulut

Hari kedua Gubernur Olly bersama rombongan di Tokyo-Jepang meninggalkan kesan mendalam.

Gubernur Olly berkesempatan melakukan kunjungan ke Prefektur Kyoto, Jumat (3/3/2023).

Sejumlah pejabat Forkompimda, Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel, Asisten III Setdaprov Sulut Frangky Manumpil, Walikota Manado, Bupati Minahasa Utara, Bupati Sitaro, Rektor Unsrat, Dirut Umum BSG, Ketua BKSUA Sulut dan beberapa pengusaha Manado, menuju ke Prefektur Kyoto dengan menggunakan kereta Shinkasen, kereta super express di Jepang.

Gubernur Olly Dondokambey menuju Prefektur gunakan Shinkasen. Foto : ist

Perjalanan ke salah satu kota metropolitan Kyoto ini kurang lebih 2 jam 15 menit. Di Kyoto Rombongan akan mengunjungi Kiyomizu Temple, warisan Unesco.

Gubernur Olly berharap perjalanan ke Kyoto menjadi peluang untuk mendapatkan inspirasi yang positif bagi kepala kepala daerah bagaimana mengelola pariwisata dan transportasi yang modern.

“Kita lihat apa yang akan ditiru di sana,” kata Gubernur Olly di sela-sela perjalanan.

Gubernur Olly Kagumi Destinasi Kuil Kiyomizudera

Jika Tokyo lebih dikenal dengan semarak modernitas, berbeda halnya dengan Kyoto yang dipuja karena banyaknya kuil antik dan lingkungan penuh kedamaian umat Buddha.

Tertarik dengan budaya lokal di Kyoto, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bersama rombongan langsung menuju kawasan destinasi wisata Kuil Kiyomizudera.

Kunjungan dilakukan dengan menggunakan kendaraan bus. Waktu tempuh perjalanan, kurang lebih 20 menit dari pusat Kota Kyoto, untuk bisa sampai di kawasan Kuil Kiyomizudera.

Gubernur Olly Dondokambey saat berada di destinasi Kuil Kiyomizudera. Foto : ist

Kuil Kiyomizudera adalah Kuil Budha yang ditemukan sekitar abad ketujuh dan telah warisan budaya Unesco sejak tahun 1994.

Ribuan wisatawan setiap hari berkunjung ke Kuil ini, dan karena terletak di atas bukit serta dikelilingi taman yang asri menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Tak terkecuali rombongan Pemprov Sulut dan Forkompimda, yang sangat terpesona dengan suasana yang indah dan asri ketika pertama kali masuk ke area Kuil.

Meski termasuk kota Metropolitan namun pemerintah Kota Kyoto masih sangat melestarikan budaya daerah setempat.

Rombongan Gubernur Olly terkagum-kagum dengan pemandangan para wisatawan yang sebagian besar turis lokal yang menggunakan baju adat Jepang Kimono. Mereka rela mengeluarkan kocek untuk menyewa kimono sambil mengelilingi kawasan wisata tersebut.

Terinspirasi suasana destinasi wisata di Kyoto, Gubernur Olly berkomitmen mendorong kepala daerah, untuk meniru budaya yang dapat menjadi daya tarik wisata.

“Harus ditiru oleh pemerintah kabupaten dan kota di Sulut agar bisa mengadopsi penerapan budaya lokal di Jepang demi pengembangan pariwisata,” ujarnya Jumat (03/03/2023).

Katanya, Sulut memiliki budaya lokal yang dapat dikembangkan.

“Sulawesi banyak memiliki budaya asli daerah, dari beragam suku. Jika ini dikembangkan dan dilestarikan secara baik pasti bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan khususnya turis asing,” ujar Olly yang didampingi sejumlah bupati dan walikota saat mengunjungi kuil Kiyomizudera.

“Saya mendorong walikota dan bupati harus melestarikan budaya lokal didaerah masing-masing. Saya kira itu wajib dijaga karena warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah”, tambah Olly.

Sejumlah kepala daerah seperti walikota Manado Andrei Angow, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Bupati Kepulauan Sitaro Evanglien Sasingen dan wakil walikota Tomohon Wenny Lumentut yang mendampingi Gubernur Olly, menyatakan siap mengelola pariwisata yang ada, bahkan bertekad akan berupaya mengadopsi pengelolaan wisata berbasis budaya daerah, seperti yang ada di Kyoto, meski memang secara kultur berbeda.

“Mewujudkan kota yang bersih masih menjadi pekerjaan rumah bagi saya dan wakil walikota, sebab budaya bersih masih sangat kurang diterapkan oleh warga Kota Manado. Namun demikian kami terus berupaya mendorong masyarakat selalu menerapkan budaya bersih. Harus ada kesadaran dari masyarakat dulu baru kota bersih itu bisa terwujud,” ungkap Walikota Manado, Andrei Angouw.

Senada disampaikan Joune Ganda Bupati Minahasa Utara, yang juga turut memberikan tanggapannya soal pengelolaan wisata di Kota Kyoto ini.

“Minahasa Utara terdiri dari dua suku besar, Suku Sangihe, Sitaro dan Talaud serta Suku Minahasa. Budaya dari kedua suku masih sangat kental dan saya bersama wakil bupati tentu akan berupaya mengembangkan dan melestarikan budaya tersebut melalui berbagai agenda pariwisata tahunan,” kata Joune Ganda.

“Masih banyak kekurangan tapi kita berupaya Minahasa Utara bisa menjadi daerah destinasi utama pariwisata di Sulut, apalagi salah satu kawasan di Minut sudah menjadi kawasan destinasi prioritas,” tambahnya.

Berbagai hal menarik di setiap kunjungan destinasi wisata jadi inspirasi untuk dibawa ke Sulut

Perjalanan di Kuil Kiyomizudera masih berlanjut, meski harus berjalan kaki dan menanjak ke arah Kuil Kiyomizudera, tidak membuat peserta rombongan Gubernur Olly lelah atau patah semangat.

Selain asri dan indah, destinasi wisata ini didukung dengan kondisi yang bersih bebas dari sampah.

Sebelum ke kawasan utama, Kuil Kiyomizudera juga dikelilingi beberapa Sanenzaka-Nanenzala dan Kuil Chionin serta Kuil Yasaka. Ternyata untuk bisa tembus ke Kuil Kiyomizudera pengunjung harus membayar tiket masuk senilai 400 Yen per orang.

Kunjungan ke Kuil-kuil ini memberi kesempatan bagi rombongan Gubernur untuk mengabadikan dengan berswafoto dan berfoto ria.

Puas mengelilingi Kuil, rombongan termasuk Gubernur Olly dimanjakan dengan kuliner khas Jepang seperti jajanan kue mochi dan coklat serta eskrim green tea.

Beragam jenis jajanan ini bisa ditemui di lokasi ini, sebab toko kuliner dan cenderamata khas Jepang berjejeran di satu kawasan ini dan menawarkan dengan beragam varian.

Salah satu yang diburu dan dinikmati rombongan gubernur adalah es krim green tea. Sensasi lezatnya eskrim ini mampu mengalahkan dinginnya cuaca di daerah Kyoto.

Sayang memang rombongan belum bisa menikmati keindahan bunga Sakura karena belum mekar. Tapi pohon sakura yang berjejer rapi di sepanjang jalan di kawasan Kuil masih menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami puas karena perjalanan ke Kuil Kiyomizudera meski berbukit tapi sangat menyenangkan. Daya tarik di kawasan ini akan kami bawa untuk diceritakan kepada kenalan di Sulawesi Utara,” ujar Ronald Lumbuun, Kakanwil Kemenkumham Sulut yang juga ikut dalam misi pariwisata yang dibawa Gubernur ke Jepang.

“Tentu harus ada timbal balik yang seimbang. Saya mengapresiasi terobosan Gubernur Olly Dondokambey yang telah membuka direct flight Narita-Jepang. Mudah-mudahan dengan kunjungan selama lima hari ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Jepang ke Sulut dan sebaliknya akan banyak warga Sulut ke Jepang.” tambah Raymond Marojahan, Kepala BIN Sulut, yang juga menjadi salah satu anggota forkompimda yang turut diundang Gubernur dalam lawatan ke Jepang.

Selama kurang lebih tiga jam rombongan Gubernur dan Forkompimda mengitari kawasan Kuil Kiyomizudera.

Dari bukit Kuil pengunjung juga bisa menikmati pemandangan Kota Kyoto.

Untuk diketahui, Kuil Kiyomizudera dibangun pada tahun 1633 dengan bahan kayu berkualitas tanpa menggunakan paku.

Bagi yang penasaran dan ingin mengunjungi destinasi ini dibuka sepanjang tahun setiap hari. Mulai dibuka jam 6 pagi dan tutup jam 6 sore.

Kemegahan Kastil Osaka, Jadi Inspirasi Wujudkan Museum Budaya di Sulut

Kunjungan Gubernur Olly ke Tokyo Jepang, dimanfaatkan dengan melihat berbagai potensi pariwisata.

Pada hari ketiga lawatannya ke Jepang, Gubernur Olly dan rombongan bergerak dari Kyoto Jepang menuju Osaka, yang merupakan bagian dari wilayah Kansai Jepang, berpenduduk ketiga terbanyak di Jepang setelah Tokyo dan Yokohama.

Gubernur dan rombongan menginap semalam dan Sabtu (04/03/2023) pagi mengunjungi salah satu destinasi wisata paling terkenal, yakni Kastil Osaka, yang terletak di tengah kota.

Gubernur Olly dan pejabat Forkopimda di Kastil Osaka

Hanya butuh waktu tidak terlalu lama untuk tiba di lokasi dari hotel tempat rombongan menginap.

Kemegahan Kastil Osaka yang dominan dengan warna hijau, membuat Gubernur Olly dan rombongan begitu antusias dan penasaran untuk melihatnya dari dekat.

Cuaca di Kota Osaka sangat bersahabat sehingga Gubernur Olly dan rombongan sangat bersemangat berjalan kaki di pagi hari, dari titik pemberhentian bus ke Kastil Osaka.

Menikmati perjalanan ke Kastil Osaka memang sangat menyenangkan memasuki area Kastil, Gubernur dan rombongan disuguhkan pemandangan indah taman Kastil Osaka yang sangat luas.

Di taman ini berjejer pohon sakura dan infonya akan lebih indah jika datang di saat musim mekar bunga khas Jepang ini yakni dipertengahan bulan Maret.

Taman Kuil Osaka yang bersih

Kastil Osaka dibangun pada abad ke-16 di jaman Hideyoshi Toyotomi seorang panglima perang paling terkenal yang mampu menyatukan Jepang saat itu.

Dalam pembangunannya oleh Hideyoshi Toyotomo, Kastil Osaka dikelilingi benteng batu yang tinggi, sangat kokoh serta dibatasi parit kolam yang sangat luas.

Untuk bisa masuk ke Kastil Osaka, rombongan harus membayar tiket masuk 600 yen. Pengunjung rela antri demi melihat langsung Kastil paling terbesar dan bersejarah di Jepang ini.

Kastil Osaka memiliki delapan lantai, lantai satu sampai tujuh kini telah menjadi meseum yang memajang dokumen – dokumen sejarah masa Hideyoshi Toyotomi dan replika pemugaran Kastil. Dan ada juga baju besi, pedang serta miniatur cerita perang dimasa itu.

Sementara, lantai delapan adalah bagian observasi, di mana wisatawan bisa melihat pemandangan taman Kastil yang sangat luas dan Kota Osaka dengan gedung-gedung pencakar langitnya.

Museum Kastil Osaka telah dikelola secara modern. Wisatawan pun bisa naik hingga ke lantai delapan fasilitas lift, namun untuk turun kembali harus melalui tangga.

Meski Museum Kastil Osaka dibangun secara modern namun tidak nampak meninggalkan nilai otentik dari Kastil paling terkenal ini.

Kunjungan ke sejumlah destinasi wisata

Gubernur Olly menyatakan kagum atas keindahan dan penataan Kastil Osaka. Ia ingin mewujudkan museum budaya di Sulut bisa dikelola secara baik dan modern dengan memperkuat infrastruktur sehingga bisa menjadi magnet bagi wisatawan.

“Saya kira pembangunan infrastruktur pariwisata sudah sangat wajib dilakukan oleh bupati dan walikota di Sulut, tentu dengan memperhatikan besaran kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.

Beberapa pejabat Forkompimda yang ikut dalam kunjungan ke museum Osaka juga memberikan tanggapannya ketika telah mengunjungi beberapa destinasi wisata di Jepang termasuk di Kastil Osaka.

” Kita dapat melihat selama kunjungan di beberapa lokasi wisata infrastrukturnya sangat bagus sehingga mata kita selalu disuguhkan pemandangan yang enak dipandang. Ini hal positif yang harus diadopsi gubernur maupun walikota dan bupati, agar bisa dilaksanakan di daerah.”, ujar Mayjen TNI Denny Tuejeh, Pangdam 13 Merdeka didampingi istri tercinta.

Sementara Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Dr Lexsy Mamonto selain memberi apresiasi kepada Gubernur Olly atas terobosan direct flight Manado-Tokyo juga menyentil soal budaya bersih di Jepang. Menurutnya, penerapan budaya bersih harus ditangkap kepala daerah di Sulut agar mendorong masyarakatnya bisa melakukan itu.

“Sepele kelihatanya tapi masih sangat sulit dilaksanakan. Tapi jika itu diterapkan terutama sejak dini, saya optimis Manado dan kota lainnya di Sulut bisa bebas dari sampah” pungkasnya.

Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andi Silangen mengatakan, dibukanya penerbangan langsung Manado-Tokyo bukan hanya pintu gerbang bangkitnya kembali dunia pariwisata Sulut melainkan juga revolusi mental bagi warga Sulut yang datang mengunjungi Jepang.

“Terobosan penerbangan langsung kedua kota ini tidak hanya soal pengembangan sektor pariwisata tapi soal bagaimana kita belajar budaya disiplin yang telah mendarah daging didalam diri warga Jepang. Kesadaran berbudaya bersih inilah yang harus kita bawa pulang dan sebarkan, itu dulu yang utama,” tandas Andi Silangen usai mengunjungi Kastil Osaka.

“Saya mendorong kepala daerah di Sulut wajib menangkap terobosan gubernur ini dengan prioritas penguatan infrakstruktur sektor pariwisata”, tambahnya.

Selain taman dan museum, di Kastil Osaka juga terdapat sebuah bangunan outlet cenderamata dan restauran. Sehingga pengunjung dapat menikmati kuliner dan belanja oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Wisatawan yang tidak ingin masuk ke dalam kastil bisa memilih berwisata dengan naik perahu di parit raksasa sambil mengelilingi kastil atau sekedar jalan-jalan di taman kastil.

Pelaku Pariwisata Tokyo Sambut Antusiasme Penerbangan Manado-Narita

Gagasan dan terobosan Pemerintahan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw yang membuka penerbangan Manado-Narita merupakan angin segar bagi pertumbuhan pariwisata.

Perjuangan Gubernur Olly dalam mewujudkan penerbangan langsung Manado-Narita, terbilang sukses. Sehingga memunculkan pujian dan decak kagum dari banyak kalangan di Tokyo.

Di antaranya pujian datang dari General Manager (GM) Garuda Indonesia untuk Tokyo Sonny Syahlan dan Pemerintah Jepang melalui Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji.

Keduanya secara terpisah menilai, terwujudnya penerbangan langsung Manado-Tokyo melalui bandara Narita oleh Garuda Indonesia dianggap sebuah sukses luar biasa.

“Pemerintah memberikan apresiasi luar biasa kepada Pak Gubernur Olly. Lobi-nya ke pemerintah pusat di Jakarta, disambut dukungan kuat Garuda Indonesia. Sehingga jadilah penerbangan ini,” kata Dubes Kanasugi.

Senada diakui GM Garuda Sonny, bahwa Gubernur Olly diibaratkan mampu menaklukkan sesuatu yang tidak mungkin.

“Sungguh Pak Gubernur Olly mampu menaklukkan mission imposible. Jadi sukses,” kata Sonny di Tokyo.

Baik Dubes Kanasugi maupun GM Sonny, sama-sama menilai terbuka nya penerbangan langsung ini akan menciptakan poros bisnis Jepang ke Indonesia melalui Manado. (Advertorial Kominfo Sulut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *