Manado, Sulutreview.com – Keluarga besar DPRD Sulawesi Utara (Sulut), menggelar upacara penghormatan terakhir kepada jenasah almarhumah Jenny Johana Tumbuan atau yang akrab disapa Ibu Nini,
yang disemayamkan di ruang paripurna Kamis (13/10/2022).
Sebagai tanda kasih kepada keluarga Paruntu-Tumbuan, Sekretariat DPRD Sulut melaksanakan upacara penghormatan terakhir yang dihadiri pimpinan dan anggota serta Sekretaris Dewan, Glady Kawatu bersama jajaran DPRD Sulut.
Dalam upacara ini, bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Fabian Kaloh sedangkan inspektur upacara Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen.
Mewakili DPRD Sulut, Silangen mengatakan ini adalah hari kabut duka yang menyelimuti Bumi Nyiur Melambai.
Tokoh wanita terbaik di Sulut telah dipanggil Tuhan dalam keluarga besar Paruntu-Tumbuan.
Menurut Silangen ada dua makna penting dalam setiap peristiwa yaitu yang pertama untuk keluarga di mana bagi keluarga sudah banyak kata-kata penghiburan.
“Keluarga harus percaya ibu kekasih sudah bersama Bapa di sorga. Ingatlah bahwa ini bukan cuma keluarga yang berduka tapi Sulut,” ujarnya.
Makna yang kedua adalah Pengkhotbah 7 ayat 2, bahwa pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta karena di rumah duka lah kesudahan setiap manusia, hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. “Ini yang perlu diperhatikan adalah apa yang ditinggalkan setelah tidak ada di dunia,” sambungnya.
Keluarga besar DPRD Sulut, sebut Silangen menyampaikan selamat jalan kepada almarhumah dan turut berdukacita bagi keluarga yang ditinggalkan karena almarhumah pernah menjabat sebagai wakil ketua DPRD Sulut dan Ketua Komisi.
Kata sambutan dari ketua DPRD Sulut ini diakhiri dengan menyanyikan lagu ‘Selamat Di Tangan Yesus’.
Puji-pujian penghiburan bagi keluarga dibawakan seluruh jajaran DPRD Sulut, yakni Di Doa Ibu.
Selanjutnya, jenasah almarhumah Jenny Johana Tumbuan dihantarkan ke pekuburan Arimatea dan dimakamkan berdampingan dengan suami almarhum Joppy Paruntu.(lina)













