Manado, Sulutreview.com – Aksi demo yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memprotes kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Jumat (02/09/2020).
Demo tersebut dipimpin langsung oleh ketua PMII Cabang Manado, Arya Dwiputra Djafar, dilakukan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat pengawalan yang ketat dari aparat kepolisian.
Para mahasiswa yang melakukan aksi demo tersebut diundang masuk ke dalam gedung agar dapat menyampaikan aspirasi-aspirasi mereka.
Namun undangan tersebut ditolak oleh para mahasiswa yang melakukan demo, lalu kemudian seorang mahasiswa yang diduga sudah berada dalam pengaruh Minuman Keras (Miras) melakukan aksi bakar ban motor dengan membawa BBM di depan gedung DPRD Sulut, akibatnya keadaan yang semula kondusif tiba-tiba mulai ricuh, namun aparat kepolisian yang mengawal aksi demo terlihat sigap langsung mengamankan mahasiswa tersebut.
Melihat temannya diamankan oleh kepolisian, terdengar teriakan mahasiswa yang meneriaki para polisi, dengan mengatakan, “Perbuatan kepolisian itu terlalu berlebihan. Kami manusia bukan binatang,” teriak mahasiswa.
Menyikapi hal itu, Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu langsung bergegas mendatangi aksi massa yang tak mau masuk ruangan sembari menenangkan aksi mahasiswa dan bertatap muka dengan mahasiswa, melakukan negosiasi serta mengundang mahasiswa untuk masuk ke dalam ruangan.
“Kami telah menyediakan tempat untuk menyampaikan aspirasi dan terkait seorang mahasiswa yang ditahan oleh pihak kepolisian diinformasikan bahwa yang bersangkutan membawa ban sepeda motor dan BBM, serta sudah dalam pengaruh minuman keras. Biarlah diperiksa terlebih dahulu oleh pihak berwajib, namun aspirasi adik-adik mahasiswa kami akan terima dan diskusikan di dalam ruangan,” ungkap Glady.
“Tetapi, ketika kita berniat, kita harus memperbaiki diri kita sendiri terlebih dahulu,” tegas Glady.
Meski demikian, Glady tetap memberi apresiasi terhadap mahasiswa yang memiliki idealisme, menaruh perhatian di setiap kebijakan pemerintah dan berniat untuk memperbaiki negara secara bersama-sama.(lina)













