Dengarkan Pidato Presiden, Gubernur Olly Optimis Ekonomi Sulut Melaju 6 Persen

Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw mengikuti paripurna. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven OE Kandouw dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR RI dan DPD RI, di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (16/8/2022).

Presiden Jokowi, dalam pidato kenegaraan pada sidang tahunan MPR 2022, menyampaikan sejumlah isu tentang krisis pangan global, perekonomian hingga proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Saat mengawali pidatonya, Jokowi mengungkap tentang krisis yang melanda dunia. “Tantangan kita sangat berat, mulai dari krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Saat ini, kita diperhadapkan perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit. Kemudian meletusnya perang di Ukraina, yang menyebabkan krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan yang tak terhindarkan lagi,” katanya.

Jokowi menyebut ada 107 negara yang terdampak perang.

“Diperkirakan 553 juta jiwa terancam kemiskinan ekstrem, dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan akut dan kelaparan,” ungkapnya.

Tidak mudah bagi dunia dan Indonesia. “Namun semua harus kita hadapi dengan kehati-hatian dan kewaspadaan,” tambah Jokowi.

Jokowi bersyukur, karena Indonesia termasuk negara yang mampu mengatasi krisis global. Selain itu, Indonesia mampu mengendalikan Covid-19.

“Di tengah tantangan yang berat, kita bersyukur, karena Indonesia termasuk sebagai negara yang mampu menghadapi krisis global ini. Indonesia berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Dan masuk dalam lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan 432 juta dosis vaksin,” tandasnya.

Lebih jauh, Jokowi membeber soal IKN
Kalimantan Timur, yang harus dijaga keberlanjutannya.

Suasana pelaksanaan paripurna

Di bidang kesehatan, antara lain terkait stunting atau tingkat kekerdilan anak di Indonesia, Jokowi mengatakan harus cepat dipangkas. “Layanan promotif dan preventif serta layanan pengobatan harus semakin kuat dan merata,” kata Jokowi.

Pemerintah, kata Jokowi harus terus memprioritaskan akses anak usia didik terhadap layanan pendidikan yang berkualitas. Para siswa dan mahasiswa, kata Jokowi, harus dikenalkan pada dunia kerja sejak dini.

“Minat anak di bidang sains, teknologi, seni, dan olahraga harus didukung dan diapresiasi,” tandasnya.

Menariknya, terkait agenda internasional G20, di mana Indonesia masuk di dalamnya. Jokowi mengatakan, akan menjadi puncak kepemimpinan global, kesempatan untuk meningkatkan kerja sama internasional. “Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh merata,” tukasnya.

Menariknya, dalam 3 tahun terakhir ini, Indonesia tidak lagi import beras untuk konsumsi. Inflasi juga berhasil dikendalikan sebesar 4,9 persen.

“Jauh di bawah inflasi negara maju. Ekonomu juga tumbuh positif 5,4 persen di kawartal kedua. Neraca perdagangan surplus,” katanya.

Usai mendengarkan pidato Presiden Jokowi,
Gubernur Olly Dondokambey menyatakan optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulut yang ada di atas nasional.

“Ekonomi Sulut saat ini melampaui nasional sebesar 5,93 persen. Mudah-mudahan di semester tiga akan mencapai 6 persen. Karena di semester tiga penyerapan APBN lebih terkejar. Belanja rumah tangga juga ikut terdongkrak sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Bukan hanya itu, pariwisata yang menggeliat, juga menjadi parameter terdongkraknya pertumbuhan ekonomi. “Pada semester empat pariwisata berjalan dengan baik. Jadi pertumbuhan ekonomi bisa tercapai 6 persen,” katanya kembali.

Ketua DPRD Sulut dr Fransiskus Andi Silangen SpBKBD yang memimpin rapat paripurna istimewa menyampaikan syukur. Karena Sulut dapat menghadapi semua ujian dan tantangan tersebut.

“Kita bersyukur bahwa kemerdekaan ini, mampu menggerakkan persatuan dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan bergotong royong untuk meringankan beban seluruh anak negeri serta menumbuhkan daya juang dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi,” katanya.

“Tidak ada satu pun negara yang maju dan tangguh kalau rakyatnya terpecah belah. Oleh sebab itu, dengan merefleksikan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, dengan penuh keyakinan dan keteguhan membawa kita bangkit lebih kuat dalam semangat kebersamaan dan rasa kebangsaan yang tak pernah luntur seperti, ” ujarnya sembari mengutip pernyataan Bung Karno.

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka,” Dirgahayu Republik Indonesia, negeri tercinta bermandikan zamrud khatulistiwa,” ungkapnya.

Hadir dalam rapat paripurna istimewa, pimpinan dan anggota DPRD Sulut, Forkopimda, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan, Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan dan undangan.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *