Minahasa Utara, Sulutreview.com – Momentum Musyawarah Daerah (Musda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) menjadi kegiatan gerejawi yang sangat penting. Karena di dalamnya akan memilih Ketua Majelis Daerah GPdI Sulut Periode 2022-2027.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven OE Kandouw hadir memberikan dukungan penuh atas agenda yang dilaksanakan di Hotel Sutanraja, Minahasa Utara, Rabu (20/7/2022).
Dia menyampaikan pesan bahwa saat ini, dunia tengah diperhadapkan pada krisis pangan dunia. Untuk itu, Gereja diingatkan peduli dan mengantisipasinya.
“Warga GPdI agar menyikapi situasi krisis pangan dunia. Mari kita gelorakan sektor pertanian dan perikanan kita dan wujudkan kedaulatan pangan daerah,” ungkapnya.
Tak cukup itu saja, Kandouw juga menekankan poin penting yang wajib dimaknai warga gereja agar mampu menjabarkannya. Apakah itu organisasi maupun institusi kelembagaan. Namun yang terpenting adalah introspeksi, kontemplasi dan evaluasi.
“Introspeksi keberadaan kita, baik pribadi sebagai gembala dan gereja, maupun institusi GPdI. Merenung berkaca tentang tujuan kita. Introspeksi, kontemplasi dan evaluasi. Organisasi harus mantap strukturnya dan mantap programnya,” serunya.
Kandouw juga berharap, Musda GPdI bukan hanya fokus pada pemilihan ketua dan pengurus yang baru. Melainkan juga mampu merumuskan berbagai program ke depan.
“Program dan struktur serta sumber dayanya agar bisa dipikirkan juga. Harus ada peran aktif,” tukasnya.
Ketua Umum GPdI Pdt John Weol menyampaikan bahwa prinsipnya Musda GPdI adalah untuk mempererat ikatan persekutuan.
“Mari kita pererat tali persekutuan gereja kita dengan tertib. Ketika Musda telah selesai, dan sudah terpilih susunan kepengurusan yang baru, ikatan persekutuan itu tetap terjaga,” ujarnya.
Berkaitan dengan pemilihan, Pdt Weol merinci tentang legalitas dari surat keputusan dari Majelis Pusat GPdI. Untuk itu, kepada Majelis Daerah diminta untuk patuh terhadap AD-ART GPdI.
“Komitmen nasional yang tertuang dalam buku AD-ART merupakan undang-undang GPdI. Ada Majelis Daerah yang dibekukan karena tidak patuh terhadap AD-ART,” tegasnya.
Dia juga menyampaikan selamat bermusyawarah, dan tetap menjaga hati. Karena Tuhan sudah tahu siapa yang akan terpilih.
“Tuhan sudah tahu siapa yang akan terpilih. Karena Tuhan tidak pernah salah,” katanya.
Senada disampaikan Ketua GPdI Sulut Pdt Yvonne Awuy, bahwa Musda GPdI adalah untuk mempererat persaudaraan antara hamba Tuhan di Sulut. Juga mengevaluasi pekerjaan yang sudah dilaksanakan selama lima tahun dab rencana kerja lima tahun.
“Dalam pemilihan meskipun terdapat perbedaan. Kita harus bersatu. Saling menopang satu dengan yang lain. Bahkan membantu pemerintah,” tukasnya.
Ketua Umum Panitia Musda GPdI Sulut Meiki Onibala menambahkan Musda GPdI, diharapkan akan berjalan dengan baik dan tidak ada intrik yang memecah belah.
Diketahui, dalam agenda Musda, terdapat tiga calon Ketua Majelis Daerah. Yakni Pdt Ronny Luwuk, Pdt Robert Longkutoy dan Pdt Ivonne Awuy Lantu.
Pdt Ronny D Luwuk, merupakan Gembala Sidang GPdI Karmel Tataaran – Tondano, selanjutnya Pdt Dr Roberth Y Longkutoy, Gembala Sidang GPdI Pneumatikos Tateli dan Pdt Yvonne Awuy Lantu berstatus petahana yang adalah Gembala Sidang GPdI Samrat Nomor 38 Manado.
Diperkirakan Musda diikutu 1.700 peserta, yang terdiri dari para pendeta GPdI se-Sulut.(srv)













