Kembali Turlap di Saluran Outlet, Jacobus: Harus Bedakan Mana Kritik dan Mana Fitnah

Bitung, Sulutreview.com– Gonjang-ganjing soal proyek Saluran Outlet di Kelurahan Manembo-Nembo yang sebelumnya sempat berdengung di media sosial di Kota Bitung, kian terus menanas saja.

Pasalnya, setelah sebelumnya sejumlah anggota Tim Percepatan Pemerintah Kota Bitung telah turun ke lokasi pembangunan outlet karena adanya unggahan salah satu aktivis di Kota Bitung Robby Supit terkait proyek saluran air yang diduga banyak kejanggalan. Langsung membuat Ketua Tim Percepatan Pembangunan Michael Jacobus SH MH CLA Turun lapangan (Turlap) secara langsung memimpin peninjauan pembangunan saluran drainase outlet tersebut.

Terpantau saat Jacobus CS tiba dilokasi pembangunan outlet Jumat (01/07/2022) yang sementara dikerjakan tepatnya di dekat perempatan di Kelurahan Manembo-Nembo, bersama dengan Kabid Sumber Daya Air Norcke Ibrahim ST dan jajaranya. Jacobus langsung mengajak melihat di titik-titik lokasi yang dianggap janggal yang diunggah oleh postingan Robby Supit di Media Sosial.

Sambil meninjau, Michael langsung berbincang dengan perwakilan kontraktor dan Kabid SD terkait teknis pembangunannya dan langsung dijelaskan.

Kemudian rombongan menyusuri lokasi outlet dari perempatan menuju kedepan Toko Grand Hardware sampai ke depan kediaman Keluarga Mantiri-Tangkudung dan menyusuri sampai kelokasi aliran Sungai Tulap Girian.

Usai meninjau, Michael didampingi Kabid SDA Ny Norcke Ibrahim ST langsung melakukan konfrensi Pers. Maikel menuturkan bahwa Ia bersama tim Percepatan dan PUPR yang diwakili oleh Kabid SDA, sudah melakukan survey mengecek dari drainase outlet di wilayah Manembo-nembo Tengah sampai di depan Alfa Midi ini, dan sudah dibandingkan dengan draft dokument perencanaan dan sampai saat ini, menurut penjelasan dari kontraktor dan PU, sebagai orang yang paham teknis semuanya proyek outlet ini, masih sesuai.

“Kalaupun masih belum terlaksana, semua ini karena masih on progress belum ada serah terima, jadi terlalu dini kita menyimpulkan ini masih ada masalah,” jelas salah satu pengacara kondang di Sulawesi Utara ini.

Lebih lanjut, michael mengatakan bahwa pokok poin-poinya pihakya bersama tim, sudah memeriksa mana yang pembongkaran, mana yang pembersihan sedimentasi mana yang rehab, itu kita sudah cek satu persatu dan clear.

Sementara kata Kabid SDA Norcke Ibrahim dalam penyampaianya menjelaskan, bahwa memang dalam pembangunan Saluran Drainase Outlet ini, tidak semuanya dilakukan dengan teknis bangun baru secara keseluruhan. “Iya disini ada beberapa jenis pekerjaan, ada pembersihan sediment, ada rehab dan bangun baru,” paparnya.

Kembali lagi, Michael menjelaskan bahwa “Jadi itu pembangunanya secara keseluruhan (all), bahkan ada pekerjaan yang langsung buat trotoar bukan hanya rehab aci atau plester,” katanya.

Ia menambahkan bahwa maksud mereka datang kelokasi pembangunan Outlet ini, bahwa sebelumnya kami secara terbuka di media sosial, sudah minta yang bersangkutan (Robby Supit) hadir.

“Ya Bapak Robby Supit yang terhormat kami sudah undang jam 9 Jumat Pagi ini, kami tunggu. Tim sudah ada dilapangan beliau yang tidak ada. Maksud saya, sebenarnya kalau beliau menyampaikan bahwa proyek 400 meter hampir semua cuma acian dan plester itu dalam postingan beliau di medsos, kemudian kalau memang kalau beliau benar bawa dokument perencanaan versi dia, kita cross cek langsung dilapangan bahwa ada dokument yang dia pegang dan ternyata misalnya kontraktor tidak kerja, benar kita cross cek dilapangan maksud saya mengundang beliau seperti itu, tapi tidak datang. Makanya kita mesti melakukan klarifikasi ini, supaya masyarakat tau,” jelasnya didampingi Waka Tim Rusdyanto Makahinda, Anggota Paulus Ibrahim Kumentas, Voneke Bujung, James Lumenta, Jusly Jacob dan Bapak Gema Sakti H.P. Djalali.

Jacobus mengatakan, bahwa aksi mereka ini untuk melakukan cross cek lapangan secara langsung dan terbuka yang Pak Robby bilang 400 meter mana, katanya ada yang 400 diaci. Sementara menurut Kontraktor yang dibangun ini, pekerjaan ada 52 meter akan tetapi mereka tambah dibuat panjang 58 meter sampai sambung ke sungai.

“Ini bukan cuma pekerjaan aci, ini saya bingung beliau (Robby Supit red) liat dari mana, kalau beliau bilang cuma Aci plester, ini bangun baru ini pakai rangka besi, juga bukan cuma rangka batu disitu. Kemudian ada juga beliau bilang kita mengganti beton lama katanya lebih besar daripada beton baru yang dibangun, ini sangat keliru. Sebab sebetulnya yang dibangun baru itu pakai rangka besi, lebih kuat sementara yang lama pakai rangka batu. Kita sementara bikin yang bagus beliau bilang merusak yang baik mengganti yang tidak baik, makanya kalau dia datang clear semuanya ” timpal Jacobus.

Tindaklanjutnya dengan adanya monitoring ini, “jadi begini teman-teman, kenapa saya buat seperti ini, saya mau menyampaiakan sebagai ketua tim percepatan yang diberi tugas pemerintah untuk monitoring dan evaluasi kami, sependapat dengan kritik itu wajib ada kritik tapi kita juga wajib membedakan mana kritik mana fitnah, Pemerintah tidak alergi kritik, sekali lagi pemerintah tidak alergi kritik, tapi kalau fitnah kita lawan sekali lagi kalau fitnah kita lawan jadi masyarakat juga kritik wajib, tapi harus punya data supaya tidak jadi fitnah tidak jadi penghinaan, kiita harus bedakan dong mana fitnah mana kritik,” katanya.

Untuk itu, Jacobus menyarankan kepada pihak kontraktor, karena dipostingan itu, “bapak liat saja di media sosial, ada foto papan nama perusahaan bapak yang diunggah pak Robby, bahkan ada kata dugaan ditilep dana PEN (Pemulihaan Ekonomi Nasional) sementara pekerjaan belum selesai dan juga pekerjaan belum diserahkan ke pejabat PHO masih ada tahapanya ada pemeriksaan inspektorat ada tim teknis periksa baru dilakukan penyerahan,” kata Jacobus.

Jadi kata Jacobus, Kalau ini barang (proyek ini) sudah jadi, kemudian ada tidak sesuai spesifikasi yang ada, kita bisa bilang kepada pejabat yang akan menerima, jangan terima, tapi kalau pekerjaan belum selesai dia sudah bicara koar-koar, oleh karena itu kami sarankan karena hari ini Robby Supit tidak hadir lapor saja ke aparat kepolisian supaya dia mengklarifikasi, apa yang dia posting di kantor Polisi itu benar atau tidak. “Sampaikan ke atasan bapak kami ketua tim percepatan pembangunan Pemkot Bitung, menyarankan pihak perusahaan karena dia sudah posting angkat nama perusahan papan nama perusahan bahkan menulis dugaan menilep uang dana PEN, bapak proses saja kepolisi supaya dia menjelaskan ke polisi apa yang dia maksud dalam postingan itu,” pinta Jacobus yang langsung diiyakan oleh salah satu perwakilan Kontraktor.

Lantas? Apa tanggapan Robby Supit menyikapi pernyataan dari Ketua Tim Percepatan Michael Jacobus SH MH CLA. saat dikonfirmasi wartawan via telpon Robby mengatakan bahwa memang ketidakhadiranya sebagaimana Michael Jacobus mengatakan jam 9 Jumat ini, itu undangan tersebut dalam bentuk koment di medsos group Orang Bitung Bicara Jujur.

“Jadi undangan hanya bersifat koment yang disampaikan pada postingan saya. Kedua saya menunggu dari pagi sampai siang saya tidak menerima undangan secara resmi.

“Sebab dalam system Pemerintahan surat-menyurat, ketika mengundang harus lewat surat. Kemudian surat yang ditujukan ke saya tentunya harus ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Bitung, karena ini Pemerintah yang mengundang. Namun saat ini saya tidak menerima undangan itu, itu dari segi undangan, ketidakhadiran saya karena saya tidak diundang secara resmi,” ungkapnya.

Kemudian berikut, sambung Robby bahwa ketika tim percepatan turun, inikan sudah 2 kali tim percepatan turun. “Saya juga lihat live di facebook barusan. Yang menjadi persoalan yang turun dilapangan yang harus merepresentasikan proyek itu, adalah dinas PUPR bukan tim percepatan, jadi yang melakukan pendapat kajian itu adalah instansi yang tidak tepat atau orang bukan dalam lingkup pemerintahan secara resmi. Dorang kan Tenaga Harian Lepas (THL) cuma toh, harusnya PUPR,” katanya.

Kemudian lokasi yang tim Michael Jacobus telah turun itu dilokasi yang memang pembangunanya bagus, “sementara di titik titik yang saya sempat posting di FB nyanda turun, untuk menunjukan mana yang hanya diaci, mana yang pernah roboh mana besi yang dibongkar tidak turun, ha disitu,” ungkapnya.

Kemudian lanjut Robby, kita bisa membuktikan bahwa ada dana-dana yang seharusnya dikeluarkan tapi tidak dibelanjakan.

“Dan kita mau, ketika torang mo bahas ini proyek, kita ingin dibuka secara transparan terang-terangan pada rapat dengar pendapat, jadi rapat dengar pendapat kita ingin hadirkan kejaksaan, kita inginkan kepolisian dan mari kita torang buka sama-sama. Apalagi Michael Jacobus dalam rekaman video live menyampaikan harus melaporkan kita ke kepolsiian, ini ancaman, silahkan laporkan. Saya mendukung hal itu,” katanya.

Menurut Robby, Kenapa ia sampaikan soal dugaan pembangunan Outlet ini, di awal proyek yang sementara berlangsung, ini alasan saya. Pertama kita menginginkan proyek yang sementara berlangsung berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku yakni melihat akan ketebalan, besi, campuran dan sebagainya karena ini fasilitas publik digunakan oleh public jadi kita tidak ingin nanti selesai,

“Untuk apa kita sampaikan fasilitas publik sudah jadi, apakah ketika mereka nantinya terhukum kemudian fasilitas akan jadi sebagaimana dalam ketentuan. Justru tujuanya adalah saya ingin memperbaiki kan begitu, kita sampaikan titik-titik ini, supaya dapat segera diperbaiki, ada yang sudah ditutupi yang awalnya di gorong-gorong yang tidak ada plesteran dan aci dan plester mereka sudah masuk memperbaiki, itu setelah saya ribut di medsos. Syukur sudah ada perbaikan,” katanya.

Jadi kesimpulanya Pak, Pertama “poin saya tidak hadir, karena memang tidak diberikan surat resmi, saya juga mempertanyakan kapasitas Pak Michael Jacobus yang nda tau system ini. Harusnya beliau tau, harus menyurat secara resmi supaya kita bisa hadir dan menyurat harus instansi yang berkompeten dalam hal ini PUPR bukan TP Sepakat harus Sekkot bukan. Ini bertujuan supaya diketahui secara gentlemen dinas PUPR mengundang kita dan bahas dalam dengar rapat dengar pendapat nanti,” jelasnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *