Likupang, Sulutreview.com – Wartawan senior Kompas Pieter Gero memberikan tips jitu kepada wartawan ekonomi yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).
Menurutnya, wartawan tidak hanya cukup menguasai prinsip 5W dan 1 H yang meliputi What, Why, When, Where dan How yang memang mutlak harus dipahami, agar informasi yang disampaikan kepada pembaca jelas dan lengkap. Bahkan akan semakin kaya dan mendalam.
“Semua fungsi media harus dipahami, yakni
Prinsip 5W dan 1H harus mutlak. Dengan demikian publik tidak bertanya dan bingung. Namun yang paling penting adalah bagaimana menggunakan bahasa yang lugas, santun, jelas, mudah dimengerti,” ungkap Gero saat sharing pengalaman di moment media gathering Bank Indonesia 2022.
Gero yang penuh pengalaman dalam peliputan ekonomi juga mengingatkan saat menyajikan berita harus ada unsur edukasi, mengkritik serta memberikan solusi. “Sampaikan itu dengan bahasa yang lugas dan santun. Jangan menggunakan kata dan kalimat yang menuding, adu domba, memaki, harus dan memberikan solusi, jalan keluar,” ujarnya sambil menambahkan semua berita yang menyangkut fungsi media perlu dikonfirmasi bukan saja dua pihak atau overboth side tetapi semua pihak atau over allside.
Dari sisi pengawasan, sebutnya, media massa memberikan informasi berupa peringatan, atau alarm kepada publik menyangkut apa saja yang terjadi berlangsung di lingkungan tempat tinggalnya. Semisal terjadi pandemi, hujan dengan curah tinggi yang bisa menimbulkan banjir, tanah longsor juga berkaitan dengan jalan yang berupa merusak dan adanya perbaikan.
“Intinya, media dapat memberikan beraneka informasi penting yang memberikan makna dan berguna bagi kehidupan sehari-hari kepada publik. Informasi bisa dalam bentuk berita, karikatur, foto ilustrasi yang kian membuat hidup masyarakat publik yang mudah. Bahkan iklan juga merupakan informasi berupa produk atau jasa kepada publik,” sebutnya.
Terkait interpretasi, Gero mengungkap bahwa media memberikan makna bagi pengetahuan dan proses keberadaan masyarakat. “Misalnya inflasi ada di besaran 4%. Apa maknanya bagi publik, begitu pula soal gempa, mengapa terjadi gempa, juga gunung meletus dan apa bahayanya bagi publik,” tukasnya.
Selain itu, media berperan mengedukasi.
Karena dengan pendidikan, media memberikan pengetahuan yang menyeluruh dan mendidik serta memberikan nilai tambah tidak sekedar isi berita, tetapi juga latar belakang pengetahuan tentang berita topik yang dipilih.
Tentang transmisi nilai, media sambung Gero harus meneruskan nilai, ide, gagasan dari sumber berita yang lebih ahli ke pembaca atau publik dari generasi ke generasi. “Sehingga nilai-nilai yang ada terus dipahami bertahan bahkan menjadi cara dan tata hidup generasi berikutnya. Semisal soal nilai Pancasila, nilai kemerdekaan, nilai kearifan lokal dan lainnya,” tandasnya.
Namun tak kalah pentingnya, media juga perlu memberikan hiburan. “Publik juga perlu mendapat hiburan, simisal menyangkut artis, film baru yang bagus, musik dan komedi. Informasi yang ringan dan menarik,” imbuhnya.(hilda)












