Manado, Sulutreview.com – Pelaksanaan Sensus Penduduk (SP2020) Lanjutan, seperti yang dijadwalkan bakal digelar Juni 2022 mendatang.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah menyiapkan sejumlah strategi dan terobosan, agar proses pendataan yang dilakukan petugas sensis dapat berjalan tanpa hambatan. Dalam artian dapat dengan mudah diterima masyarakat.
Kepala BPS Provinsi Sulut, Asim Saputra menjelaskan agenda besar SP2020 merupakan upaya penguatan data kependudukan guna mendukung transisi demografi.
Namun di era transisi demografi pada fase ketiga, BPS terkendala dengan gaya hidup masyarakat yang cuek.
“Sensus penduduk merupakan tugas yang besar. Di mana kami diperhadapkan dengan kehidupan masyarakat yang semakin indiviudalistis, ditambah mobilitas yang tinggi,” kata Asim kepada wartawan dalam
Sosialisasi Pemutakhiran Rumah Tangga SP2020 Lanjutan, yang dikemas melalui
Ngopi Cantik (Ngobrol Pintar Cinta Statistik) di Bumi Beringin, Selasa (17/5/2022).
Dalam beberapa hari ini, BPS telah menurunkan petugasnya untuk menjalankan sensus ke rumah warga. Nantinya warga akan menjawab 83 materi pendataan yang disiapkan dengan durasi tanya jawab sekitar satu jam.
Harapannya, melalui SP2020 Lanjutan, maka pemutakhiran data penduduk, secara rinci dapat dirampungkan pada Juni 2022 mendatang. Namun untuk menemui warga, khususnya kelas menengah sangat sulit dilakukan.
“Bahkan ada orang di rumah pun sulit untuk ditemui, sulit berinteraksi. Ini menjadi tantangan, kalau masyarakat tidak kooperatif, khususnya penduduk produktif yang tengah menikmati bonus demografi. Mereka sulit ditemui,” kata Asim.
Untuk memudahkan petugas, Asim menyebut BPS melakukan pendekatan kultural. Antara lain, bertatap muka dengan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt Dr Hein Arina MTh, yang dipastikan akan menjangkau ribuan gereja di Sulut.
“Pada pertemuan itu Ketua BPMS GMIM mendukung penuh program pemerintah terkait SP2020 Lanjutan. Beliau sebagai tokoh agama terkemuka di Provinsi Sulut akan mengimbau masyarakat, khususnya jemaat GMIM untuk mendukung sensus penduduk,” tukasnya.
Selain itu, Ketua BPMS GMIM, ungkap Asim akan memutar video himbauan agar masyarakat menerima petugas SP2020.
“Video akan diputar di gereja-gereja GMIM yang terhubung secara online dengan BPMS GMIM selama bulan Mei-Juni 2022. Ini tentu dukungan yang luar biasa, sangat membantu BPS dalam pelaksanaan lapangan SP2020 Lanjutan,” jelas Asim.
Selain itu, Asim juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey bahkan walikota dan bupati yang ada, untuk menyukseskan SP2020 Lanjutan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan gubernur, seluruh walikota dan bupati. Bahkan sampai di tingkat kepala lingkungan telah kami libatkan untuk meminta dukungan. Dan saat ini, kami berharap dukungan media untuk dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya SP2020 Lanjutan, sebagai upaya perkembangan data statistik mulai dari kelahiran, kematian, pendidikan dan penyandang disabilitas,” beberapa Asim sembari menambahkan bahwa petugas sensus akan melakukan pendataan lapangan pemutakhiran di lima wilayah kerja statistik.
“Mereka akan memastikan domisili penduduk yang dicatat secara de facto. Jangan sampai masyarakat menghilangkan haknya,” imbuhnya.(srv)













