Kepemimpinan Pelayan Era Modern

Robert K. Greenleaf

Penulis : Micheel Margaretha Rumokoy
Dosen Pengampuh : Erna Rochmawati, SKp., Ns., MNSc., MMed., Ed., PhD

Servant-Leadership pertama kali diusulkan oleh Robert K. Greenleaf pada tahun 1970, adalah kerangka teoritis yang mendukung motivasi dan peran utama seorang pemimpin sebagai pelayanan kepada orang lain. Nilai – nilai yang ditampilkan dalam pemimpin – pelayan patut diteladani kepemimpinan yang melayani ditemukan sebagai teori yang cocok untuk area layanan informasi.

“…Pemimpin besar dilihat sebagai pelayan terlebih dahulu…” kutipan singkat ini penggalan kalimat dari esai yang ditulis pada tahun 1970 menangkap esensi dari teori kepemimpinan pelayan. Sebuah konsep yang sederhana namun mendalam dan kuat, telah melahirkan banyak artikel jurnal, buku dan produksi multimedia dalam 35 tahun sejak diperkenalkan. Sekarang diterapkan secara luas di tempat kerja, menunjukkan potensinya sebagai pendekatan praktis dan teoritis oleh manajemen organisasi. Robert K. Greenleaf “Guru Filsuf”, Penulis Kepemimpinan Pelayan, lahir pada tahun 1904, di Terre Haute, IN. Dia dibesarkan dalam rumah tangga yang berkomitmen pada etika pribadi yang kuat dan keterlibatan masyarakat. Dan dia mempunyai keyakinan bahwa kepemimpinan ada dalam diri kita semua dan bahwa pemimpin sejati adalah orang yang melayani terlebih dahulu.pada tahun 1934 pada usia 30 tahun, Greenleaf menemukan Quakerisme, sebuah agama yang mempengaruhi pemikirannya yang sudah berkembang tentang sifat pelayanan dan kepemimpinan yang otentik. Akhirnya selama 38 tahun Ia menjadi direktur penelitian, pengembangan, dan Pendidikan manajemen perusahaan. Ia mendirikan Pusat Etika Terapan (sekarang ‘Robert K. Greenleaf Center’) untuk mempromosikan penelitian dan pemahaman public tentang keunggulan kepemimpinan.

Mendefinisikan Servant – Leadership Gagasan tentang seorang hamba sebagai pemimpin, atau “kepemimpinan – pelayan” seperti yang dikenal, secara sengaja bersifat oxymoronic dan bersifat memikat.Greenleaf meminta kita untuk mempertimbangakan Kembali sifat dasar kepemimpinan. Meskipun menyadari konotasi sejarah negative yang terkait dengan kata “pelayan”, dia merasa itu pilihan yang diperlukan untuk mengubah konsepsi mapan tentang piramida organisasi dan memulai wawasan ke dalam pandangan baru tentang kepemimpinan.

Kepedulian terhadap dampak linguistik ini lebih lanjut dibuktikan dengan judul “The Servant as Leader”, dan bukan kebalikannya, “The Leader as Servant”. Kepemimpinan pelayan sebagai jenis model kepemimpinan baru – model yang menempatkan melayani orang lain sebagai prioritas nomor satu. Kepemimpinan yang melayani menekankan peningkatan pelayanan kepada orang lain; pendekatan holistic untuk bekerja; mempromosikan rasa komunitas; dan pembagian kekuasaan dalam pengambilan keputusan.

Kerangka kerja kepemimpinan pelayan :

  1. Pelayanan kepada orang lain. Servant-Leadership dimulai ketika seorang pemimpin mengambil posisi sebagai pelayan dalam interaksinya dengan pengikut. Greenleaf menulis bahwa “fakta sederhana ini adalah kunci kebesaran (seorang pemimpin)”. Motivasi dan tujuan utama seorang pemimpin yang melayani adalah untuk mendorong kehebatan orang lain, sementara keberhasilan organisasi adalah hasil tidak langsung dari kepemimpinan melayani.
  2. Kepemimpinan yang melayani menyatakan bahwa “Pekerjaan ada untuk orang sebanyak orang itu ada untuk pekerjaan itu” (Greenleaf,1996). Ini adalah pandangan bahwa individu harus didorong untuk menjadi diri mereka sendiri, dalam kehidupan professional maupun pribadi mereka yang terintegrasi karena ini akan menguntungkan kepentingan dan kinerja organisasi jangka Panjang.
  3. Mempromosikan rasa konunitas, Greenleaf menyesali hilangnya komunitas dalam masyarakat modern dan “pengetahuan yang hilang pada masa ini”. Rasa komunitas ini hanya dapat muncul dati Tindakan pemimpin-pelayan individu (Greenleaf,1970).

Memelihara partisipatif, memberdayakan lingkungan, dan mendorong bakat pengikut, pemimpin yang melayani menciptakan tenaga kerja yang lebih efektif dan termotivasi dan pada akhirnya organisasi akan lebih sukses. “Pemimpin memungkinkan orang lain untuk bertindak tidak dengan menimbun kekuatan yang mereka miliki tetapi dengan memberikannya.”

10 Karakteristik kepemimpinan utama dalam tulisan Greenleaf (Russell & Stone,2002) :

  1. Mendengarkan ; komunikasi yang akurat dan secara aktif menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain, menurut Greenleaf “Hanya seorang pelayan alami sejati yang secara otomatis merespons setiap masalah dengan mendengarkan terlebih dahulu.
  2. Empati ; pelayan yang selalu menerima dan berempati, tidak pernah menolak.
  3. Penyembuhan ; mendukung orang lain dan mengakui keinginan manusia, bersama untuk menemukan keutuhan dalam diri seseorang.
  4. Kesadaran ; tanpa kesadaran, kita kehilangan kesempatan kepemimpinan.
  5. Persuasi ; kekuatan posisi tidak mempengaruhi pengikut dalam mencapai tujuan organisasi, pemimpin yang efektif, membangun kelompok dengan gigih, tidak memaksakan kepatuhan kelompok melalui kekuatan posisi.
  6. Konseptualisasi ; pemimpin yang memikirkan solusi untuk masalah yang saat ini tidak ada.
  7. Foresight-prescience ; perkiraan tentang apa yang akan terjadi di masa mendatang
  8. Penatalayanan organisasi ; hubungan dengan semua masyarakat
  9. Komitmen ; menyatukan tim dan mengangkat tim untuk berkembang lebih baik daripada yang seharusnya.
  10. Membangun komunitas ; pemimpin pelayan menyatukan individu dalam masyarakat, untuk membanggun komunitas sebagai suatu kehidupan yang layak.

Kesimpulan :

Kepemimpinan yang melayani dapat dioperasionalkan dan ini sangat cocok untuk area layanan informasi. Dimana organisasi informasi seringkali merupakan Lembaga nirlaba, sukarelawan atau Pendidikan yang beroperasi di lingkungan eksternal yang cukup stabil. Inti dari kepemimpinan yang melayani adalah mereka yang tertarik pada peluang untuk bagaimana menjadi pribadi yang bertumbuh dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Ini akan menjadi satu kerangka kerja yang sangat baik dalam mengelola organisasi informasi. Seiring dengan popularitas teori terus tumbuh, maka pemimpin pelayan dapat dilatih secara formal, untuk meningkatkan kualitas pelayan sebagai seorang pemimpin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.