Program Integrasi Data Pemprov Sulut, Permudah Akses Informasi

Penjabat Sekprov Sulut Asiano Gammy Kawatu saat membuka rakor integrasi data. (Foto : ist)

Manado, Sulutreview.com – Kelangsungan informasi di lingkup jajaran pemerintahan memegang peran penting, terlebih di era digital saat ini.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berusaha untuk merealisasikan kemajuan informasi dengan mengintegrasikan jaringan data dan internet, khususnya dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Integrasi jaringan data antara Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian Daerah (Kominfo) dan perangkat daerah tengah dievaluasi.

Selanjutnya akan direalisasikan, karena program yang dilaksanakan merupakan penjabaran dari keputusan pemerintah pusat. Sebagaimana yang diistilahkan melalui Sistem Informasi Berbasis Elektronik.

“Sudah kami evaluasi, di mana PT Lintas Artha akan melaksanakan integrasi data dan internet, yang saat ini sudah mencapai 99 persen,” ungkap Sekprov Kawatu.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Asiano Gammy Kawatu saat menggelar rapat kordinasi Program Integrasi Data pada Jajaran Pemprov Sulut di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jumat (3/03/2022).

Kawatu menegaskan, bahwa integrasi data sebenarnya berjalan sejak 2021.

“Namun diharapkan tahun 2022 ini sudah bisa terwujud,” tandasnya.

Dia juga menambahkan program integrasi data internet ini akan mempermudah akses informasi. “Apapun yang berkaitan dengan Pemprov Sulut akan lebih mudah diakses melalui aplikasi,” ujarnya.

Bukan hanya itu, jika nantinya ada komplain dari masyarakat, maka masing-masing perangkat daerah dapat merespon setiap permasalahan dengan efektif dan efisien.

“Masyarakat yang ingin mengetahui lebih detail terkait penyelenggaraan informasi publik di masing-masing perangkat daerah akan lebih cepat direspon,” tandasnya.

Sementara itu ditambahkan Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Sulut Steven Liow, bahwa pelaksanaan integrasi jaringan internet, diketahui masih dalam tahapan persiapan. Hal itu, tentunya akan mengikuti kebutuhan dari masing-masing perangkat daerah.

“Masih butuh proses lagi, tetapi saat semuanya rampung maka jaringan internet telah terintegrasi,” sebut Liow.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.