Kandouw : Jangan Lakukan Kekerasan Terhadap Anak

Wagub Steven OE Kandouw saat menghadiri rakor kabupaten/kota layak anak.(Foto : istimewa)

Manado, Sulutreview.com – Perlindungan terhadap anak merupakan bagian terpenting dalam kehidupan keluarga. Bahkan hal tersebut sudah menjadi standar dunia.

Kekerasan terhadap anak harus dihindari. Karena terkait hal ini parameternya sudah jelas.

“Sudah menjadi standar dunia, tidak ada ekploitasi anak, apalagi kekerasan terhadap anak,” tegas Kandouw saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten/ Kota Layak Anak di Ruang FJ Tumbelaka, Kantor Gubernur, Rabu (16/2/2022)

Kegiatan yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) ini, Kandouw kembali mengingatkan dan meminta pemerintah kabupaten/kota untuk lebih banyak menciptakan inovasi terutama sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana harmoni dalam keluarga.

“Mindset masyarakat kita untuk jangan pernah melakukan kekerasan terhadap anak,” kata dia.

Kandouw juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas P3AD Sulut yang menggelar kegiatan Rakor kabupaten kota layak anak.

“Ini merupakan salah satu bentuk sinergitas antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota. Saya tentunya mengapresiasi kegiatan rakor ini,” katanya.

Ia mendorong ikhtiar, usaha, semangat untuk menciptakan kabupaten/kota maupun provinsi layak anak “Hal ini mutlak,” ujarnya.

Wagub Steven Kandouw menyinggung harapan beberapa kabupaten/kota yang belum ada DP3A.

“Saya optimis dan sudah menjadi kewajiban untuk pemerintah kab/kota berupaya supaya kabupaten/kota mereka itu menjadi kabupaten/kota layak anak,” katanya.

Sementara itu, Kepala DP3AD Provinsi Sulut, dr Kartika Devi Kandouw Tanos mengatakan kegiatan rapat koordinasi kabupaten/kota layak anak ini, pertama adalah untuk membuat rencana pelaksanaan kegiatan.

Kedua menyiapkan administrasi keuangan dan perlengkapan lainnya.

Ketiga mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pelaksanaannya antara lain surat undangan peserta, materi atau modul untuk pelaksanaan pelatihan dan lain sebagainya.

“Melalui pertemuan ini, adalah untuk membahas dan menyiapkan pelaksanaan selanjutnya mengenai kabupaten/kota layak anak,” imbuhnya.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.