Maurits-Hengky Akan Hadirkan Jembatan Gantung di Kuala Tulap Manembo-Nembo

foto gambar jembatan dari www.pu.go.id

Bitung, Sulutreview.com- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ruddy Theno ST MT mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihak Pemerintah Kota Bitung bakal akan merencanakan pembangunan Jembatan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Sungai Tulap yang akan menghubungkan Manembo-nembo kampung Jengki dan Girian Weru.

Hal ini disampaikanya pada Selasa (04/01/2022) saat bersama Wali Kota serta sejumlah pejabat meninjau lokasi yang bakal dijadikan titik pembangunan jembatan.

Menurut Wali Kota, pembangunan jembatan itu bakal dimulai tahun ini dengan tujuan memudahkan masyarakat untuk menyebrang tanpa harus melewati jalan utama.

“Dananya dari APBN 2022. Tahun ini pembangunannya dimulai dan jembatan ini akan kami beri nama Jembatan Gantung Merah,” kata Maurits.

Maurits juga mengatakan, jembatan yang nantinya menghubungkan Kelurahan Manembo-nembo Lingkungan II RT 04 dengan Kelurahan Girian Weru Satu bakal menjadi akses alternatif bagi masyarakat.

“Mohon dukungannya agar proses pembangunan Jembatan Merah berjalan sesuai harapan,” katanya.

Kepala Dinas PUPR Pemkot Bitung, Rudy Theno menyatakan jika proses pembangunan Jembatan Merah bakal menelan anggaran sebesar Rp 6 miliar.

Dan anggaran itu kata Rudy, sudah siap serta bersumber dari APBN 2022.

“Tinggal action, dananya sudah siap dan tinggal kita realisasikan,” katanya.

Diketahui pada tahun 80-an warga Manembo-nembo yang ingin ke Pasar Girian selalu menyebrang lewat sungai Girian (tulap) yang sudah membudaya. Akan tetapi untuk fasilitas penyebrangannya hanya menggunakan batang pohon kelapa saja.

Seiring waktu berjalan, sejak tahun 2000 sampai saat ini, jembatan yang menjadi penghubung tersebut, sudah lenyap seiring sungai Tulap ini sudah semakin membesar.

Alhasil warga di Kelurahan Manembo-nembo khususnya di wilayah kampung Jengki untuk menyebrang ke sebrang sudah agak sulit sebab harus menunggu sungai surut baru bisa menyebrang.

Hal inilah yang kemungkinan besar menjadi titik tolak dari Pemerintah Kota Bitung untuk ingin menghadirkan lagi akan jembatan penghubung itu melalui pembangunan jembatan gantung di Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Jengki-Girian weru tersebut.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *