Gerak Cepat Bangun Jembatan Merah, Kabid Bina Marga Temui Balai Jalan Manado

Bitung, Sulutreview.com- Rencana Pemerintahan Kota Bitung untuk membangun Jembatan Gantung yang akan dinamakan Jembatan Merah di Kuala Tulap yang akan menghubungkan Kelurahan Manembo-nembo yaitu di kampung Jengki dan Kelurahan Girian Weru atau yang disebut kampung Plein nampaknya, tidak hanya sampai di rencana saja.

Pasalnya, pada Kamis (06/01/2021) pihak Dinas PUPR Bitung melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR Pemkot Bitung, Rizal Sompotan telah mendatangi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XV Manado.

Kedatangan Rizal untuk melakukan koordinasi terkait rencana pembangunan Jembatan Merah di Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk menghubungkan Kampung Jengki Manembo-nembo dan Kampung Plein Girian Weru 1

Diketahui Jembatan Merah ini bakal menghubungkan Kelurahan Manembo-nembo Lingkungan II RT 04 dengan Kelurahan Girian Weru Satu dan pembangunannya dimulai tahun ini.

“Kami melakukan koordinasi dengan BPJN XV Manado terkait rencana pembangunan Jembatan Merah di DAS Girian,” kata Rizal, Kamis (06/01/2022).

Jembatan Merah Bakal Hadir di Kuala Jengki Manembo-manembo, Anggarannya dari APBN 2022

Rizal juga mengatakan, pembangunan Jembatan Merah bakal menggunakan dana dari APBN 2022 dengan total anggaran Rp 6 miliar.

Dan pihaknya telah memasukkan sejumlah dokumen terkait rencana pembangunan Jembatan Merah ke BPJN XV Manado.

“Semoga semua dilancarkan dan pihak BPJN XV Manado sangat merespon serta siap membantu proses pembangunan,” pungkasnya.

Diketahui pada tahun 80-an warga Manembo-nembo yang ingin ke Pasar Girian selalu menyebrang lewat sungai Girian (tulap) yang sudah membudaya. Akan tetapi untuk fasilitas penyebrangannya hanya menggunakan batang pohon kelapa saja.

Seiring waktu berjalan, sejak tahun 2000 sampai saat ini, jembatan yang menjadi penghubung tersebut, sudah lenyap seiring sungai Tulap ini sudah semakin membesar.

Alhasil warga di Kelurahan Manembo-nembo khususnya di wilayah kampung Jengki untuk menyebrang ke sebrang sudah agak sulit sebab harus menunggu sungai surut baru bisa menyebrang.

Hal inilah yang kemungkinan besar menjadi titik tolak dari Pemerintah Kota Bitung untuk ingin menghadirkan lagi akan jembatan penghubung itu melalui pembangunan jembatan gantung di Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Jengki-Girian weru tersebut.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *