Kadis PPA, Meiva Woran SH MH memakai baju putih saat melakukan Trauma Healing
Bitung, Sulutreview.com– Gerak cepat (Gercep) sebagaimana keinginan dari Wali Kota Ir Maurits Mantiri MM agar supaya seluruh jajaranya wajib melakukan Gercep, dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi). Nampaknya sangat ditaati oleh sejumlah pejabat yang baru dilantik, untuk menempati tugas yang baru.
Buktinya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Meiva Lidia Woran SH MH usai dilantik Jumat pekan lalu. Esoknya Sabtu (15/11/2021), Ia langsung tancap gas melakukan bagian dari tugasnya yaitu Trauma Healing kepada puluhan anak-anak dan warga eks pindahan Masata yang belum lama ini dipindahkan dari Lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Sagerat.

Disana, Meiva Woran bersama tim PPA memberikan hiburan dengan bernyanyi bersama saling sharing dan membagi-bagikan permen kepada anak-anak.
Menariknya, Kadis PPA dalam melakukan aksinya ini, didampingi suami tercintanya Bapak Hesky Malonda yang turut serta beraksi melakukan Trauma Healing dengan memainkan gitar, untuk bernyanyi bersama-sama anak-anak dan remaja di Sagerat.
Saat diberikan hiburan dengan bernyanyi dan sharing bersama serta games, terlihat mimik muka anak-anak dan remaja terlihat tertawa dan senang seolah-olah telah melupakan apa yang telah terjadi kepada mereka.
Mantan Sekretaris BKDD dan PUPR ini kepada wartawan mengatakan, bahwa Trauma Healing sangat penting bertujuan untuk menurunkan tingkat kecemasan dan mengembalikan kondisi emosional anak-anak.
“Untuk itu kami datang menghibur mereka agar supaya tingkat ketakutan dan kecemasan mereka perlahan akan berangsur hilang,” ujar Woran.
Ditambahkanya bahwa respons anak-anak sangat welcome, dengan kehadiran mereka. Sebab mereka sangat senang ada perhatian dari pihak PPA yang menghibur mereka dengan membawakan lagu-lagu sehingga larut dalam kegembiraan.
“Ya Posko Trauma Healing akan kami lakukan di lokasi tempat perpindahan warga Masata. Untuk memberikan trauma healing secara intensif khususnya kepada anak-anak disini,” ujarnya.
Sementara itu salah satu anak. Sebut saja Nia merasa senang bisa bernyanyi dan bermain pada trauma healing ini.
“Kita senang, ada hiburan manyanyi deng bermain. Semoga pemerintah perhatian akang kasiang patorang,” katanya sambil berbalik badan dan memeluk erat Mamanya dengan menunjukan mata berkaca.(zet)













