Buka Rapat Konsultasi PS Gmim, Maurits Mantiri Ceritakan Sewaktu Menjadi Pemuda Gmim

Wali Kota Ir Maurits Mantiri MM saat membawakan sambutanya

Bitung, Sulutreview.com– Rapat Konsultasi Pemuda Sinode Gmim tahun 2021 secara resmi dilaksanakan di Kota Bitung tepatnya di Sport HallGedung Olahraga (GOR) di Kelurahan Manembo-nembo Tengah Sabtu (06/11/2021).

Ketua Umum Panitia Jemmy Ringkuangan AP M.SI saat membawakan sambutan

Kegiatan rapat ini yang menjadi tuan rumah adalah Kota Bitung yang dilaksanakan di wilayah Bitung III.

Hebatnya, pada pembukan Rapat Konsultasi Pemuda ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM.

Terpantau wartawan, saat Wali Kota Ir Maurits Mantiri tiba di GOR. Langsung dijemput oleh Ketua Umum Panitia Rapat Konsultasi Bapak Jemmy Ringkuangan AP M.SI serja jajaran pengurus Panitia Sinode Gmim lainya.

Pada sambutan awal yang dibawakan Ketua Umum Jemmy Ringkuangan Ia, menyampaikan selamat datang, kepada Khadim serta Wali Kota Ir Maurits Mantiri MM yang telah hadir di Rapat Konsultasi Pemuda Gmim.

“Untuk saat ini, rapat konsultasi ada sekira 500 peserta dari 135 wilayah Gmim se-Sinode Gmim di Sulut. Kami berharap pemuda Gmim dapat menjadi corong untuk dapat menjadi figur-figur pembangunan di Sulut dan Indonesia. Jadilah pelopor pembangunan dan janganlah melakukan hal-hal yang seremonial saja tetapi menjadi fondasi kokoh, kerukunan serta berbangsa dan bernegara yang baik,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM mengaku sangat mendukung kegiatan Rapat Konsultasi Pemuda Gmim. Sebab pemuda adalah tiang pembangunan baik itu dalam hal kerohanian dan juga pembangunan Bangsa.

“Maju terus Pemuda Gmim yang sesuai tema Pemuda Gmim Siap. Saya harapkan pada Rapat Konsultasi Pemuda, untuk terus bersemangat melayani kepada nama Tuhan dalam berbagai program pelayanan Pemuda Gmim,” jelasnya.

Lebih jauh Maurits mengatakan, bahwa Ia pernah menjabat Ketua Pemuda Gmim wilayah Bitung tiga Periode. “Jalan2 kehidupan torang pasti memiliki hasil. Apalagi pemuda ibarat obor yang harus menyala,” ujarnya.

Menurutnya dulu, dalam hal pelayanan Tuhan tidak mau baku salah dengan pendeta. Sebab melayani bagi saya adalah memuji dan memuliakan nama Tuhan.

Ia juga menceritakan, bahwa selama ia menjadi pelayan Pemuda Gmim dan Pelayan Kaum Bapa Ia, tak pernah menolaknya. “Karena melayani Tuhan bagi saya adalah bagian yang tak terpisahkan,” ujarnya.

Hanya Tuhan yang mampu memberikan kami berkat dan tidak akan dikecewakan. “Jangan sampai ada goncangan sadiki. So maraju. Melainkan harus lebih memahami dan selalu menyerahkan segala harapan kita bagi Tuhan;” ujarnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *