OJK Resmi Luncurkan Cetak Biru Transfornasi Digital

Logo OJK. Foto : istimewa
IMG-20210818-WA0009

Jakarta, Sulutreview.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan.

Hal itu dimaksudkan sebagai arah serta acuan dalam mempercepat transformasi digital, khususnya pada industri perbankan nasional, agar memiliki daya tahan (resilience), berdaya saing, dan kontributif.

Bacaan Lainnya

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan peluncuran Cetak Biru ini sebagai gambaran lebih konkret atas berbagai inisiatif dan komitmen OJK. “Terutama dalam mendorong akselerasi transformasi digital pada perbankan,” katanya saat Grand Launching Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Dijelaskannya, Cetak Biru ini fokus pada lima elemen pengembangan digitalisasi perbankan yang meliputi:

Pertama, Data yang mencakup perlindungan data, transfer data, dan tata kelola data.
Kedua, Teknologi yang mencakup tata kelola teknologi informasi, arsitektur teknologi
informasi, dan prinsip adopsi teknologi informasi.

Ketiga, Manajemen risiko teknologi informasi yang mencakup pula keamanan siber bank umum dan alih daya (outsourcing)

Keempat, Kolaborasi yang mencakup platform sharing, kerjasama bank dalam ekosistem digital.

Kelima, Tatanan institusi yang mencakup dukungan pendanaan, kepemimpinan, desain organisasi, talenta sumber daya manusia, dan budaya.

“Kelima elemen tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong perbankan
dalam menciptakan inovasi produk dan layanan keuangan yang dapat memenuhi
ekspektasi konsumen dan berorientasi pada konsumen,” katanya.

Cetak Biru disusun dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang meliputi studi terkait perbankan masa depan, kondisi digitalisasi perbankan, international standards, best practices industri perbankan, masukan stakeholder, dan harmonisasi dengan kebijakan/regulasi otoritas terkait.

Cetak Biru ini mengedepankan aspek Balance dan Technology Neutral. Aspek Balance ditujukan untuk menyeimbangkan upaya mendorong inovasi perbankan dengan tetap memperhatikan aspek prudensial untuk menjaga agar kinerja perbankan dalam kondisi terjaga (safe and sound banking).

Sementara aspek Technology Neutral
diterapkan untuk lebih fleksibel dalam penerapan teknologi tertentu sehingga dapat mengikuti perkembangan pada masa yang akan datang.

Cetak Biru ini juga mengedepankan tiga karakteristik mendasar.

Pertama, menganut konsep Principle Based. Cetak Biru ini memberikan aturan dalam bentuk prinsip￾prinsip umum (guiding principle) untuk memberikan ruang bagi industri untuk berkembang.

Kedua, lebih kepada pendekatan Facilitative. Cetak Biru disusun untuk memfasilitasi dan mendorong inovasi digital tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Ketiga, Living Document. Cetak Biru bersifat dinamis dan akan akan terus diperbaharui
untuk mengekomodir berbagai perkembangan yang terjadi pada perbankan.

Sebelum meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, komitmen OJK dalam mendorong transformasi digital perbankan dituangkan dalam beberapa
kebijakan antara lain Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025 (MPSJKI) Pilar 3 serta Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 (RP2I).

Pilar 2 yang telah mengarahkan perbankan untuk melakukan akselerasi transformasi
digital dengan tetap menerapkan tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasi
yang memadai.(srv)

banner 300x250