Diluncurkan Jokowi, Olly Kawal Merdeka Ekspor Pertanian Sulut Senilai Rp63, 6 Miliar

Gubernur Olly Dondokambey saat mengawal jalannya ekspor Pertanian Sulut yang nilai besarannya mencapai Rp63, 6 Miliar
IMG-20210818-WA0009

Bitung, Sulutreview.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey menghadiri langsung momentum Pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian Sulut, yang secara langsung dari pelabuhan Bitung, Sabtu (14/08/2021).

“Pada pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian Provinsi Sulut, nilai besarannya mencapai Rp63, 6 Miliar yang akan dikirim ke 14 negara,” kata Olly.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan yang dirangkaikan dengan peninjauan kapal KM Tatamailau, sebagai tempat isolasi terapung Covid-19, Olly berharap upaya ekspor yang dilakukan di masa pandemi akan mengerek pertumbuhan ekonomi Sulut.

Harapannya, pandemi yang dihadapi saat ini harus dibarengi dengan bangkitnya perekonomian yang disuport oleh sektor pertanian.

Diketahui, pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat itu, secara simbolis dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditandai dengan ekspor produk pertanian senilai Rp 7,29 triliun, yang dikirim dari 17 pintu pelabuhan/bandara di 17 provinsi di Indonesia secara virtual.

Merdeka Ekspor Pertanian, dilaksanakan untuk menyambut peringatan HUT RI ke-76.

Presiden Jokowi, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pelaku dan pemangku pertanian, seperti petani, peternak, usaha agribisnis dan pekebun, yang selama masa pandemi dengan penuh semangat telah bekerja keras guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, sehingga berhasil meningkatkan ekspor produk-produk pertanian di dalam negeri.

Peluncuran pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian dilakukan oleh Presiden Jokowi

“Pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi. Ekspor pertanian di tahun 2020 mencapai Rp 451,8 triliun naik 15,79% dibandingkan tahun 2019 yang angkanya Rp 390,16 triliun. Dan, pada Semester I-2021 dari Januari sampai dengan Juli 2021, ekspor mencapai Rp 282,86 triliun naik 14,05% dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yaitu sebesar Rp 202,05 triliun,” beber Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengatakan, peningkatan ekspor komoditas pertanian  berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Saya mendapat angka nilai tukar petani terus membaik. Pada Juni 2020 nilai tukar petani berada di angka 99,60, secara konsisten meningkat hingga Desember 2020 mencapai 103,25. Dan, pada Juni 2021 mencapai 103,59. Ini menurut saya sebuah kabar yang baik bisa memacu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif pada masa pandemi,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, volume ekspor yang dilepas mencapai  627,4 juta ton atau senilai Rp 7,29 triliun,  yang meliputi komoditas perkebunan, tanaman pangan, hortikultura,peternakan, dan komoditas lainnya.

Sedangkan tujuan ekspor adalah ke 61 negara, di antaranya Tiongkok, Amerika Serikat, India,  Jepang, Korsel, Thailand, Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia,  Uni Emirat Arab, dan Pakistan.

“Kami catat ada 61 negara, Bapak Presiden,” tambah Syahrul.

“Pada tahun 2024 ditargetkan ekspor pertanian tiga kali lipat melalui peningkatan kerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Mentan.

Presiden Jokowi meminta para gubernur, bupati dan walikota untuk menggali potensi ekspor di daerah masing-masing.

“Segera garap komoditas pertanian yang dapat dikembangkan dan perkuat petani untuk akses permodalan, melaluu inovasi dan teknologi pendampingan”, tukasnya.

Saat ini dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia, baru 293 yang memiliki sentra komoditas ekspor.(srv)

banner 300x250