Kabag Protokol Jackson Ruaw Hambat Kinerja Wartawan

Kabag Protokol Jackson Ruaw
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Tindakan arogansi yang berlebihan, bahkan terkesan melecehkan profesi jurnalistik dilakukan Kepala Bagian Protokol Setdaprov Sulut, Jackson Ruaw.

Sudah terlalu sering Ruaw bersikap kurang bersahabat kepada para wartawan yang sehari-harinya meliput aktivitas di Kantor Gubernur Sulut.

Bacaan Lainnya

Ruaw kerap membatasi ruang gerak wartawan yang sejatinya sudah memahami Protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang diterapkan. Namun dengan berbagai dalih selalu melarang wartawan untuk meliput. Sehingga yang terjadi, wartawan terkesan kucing-kucingan untuk menghindari konflik atau adu mulut.

Puncak arogansi Ruaw diperlihatkan saat penjemputan jenazah almarhum Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong, di VVIP Bandara Sam Ratulangi Manado, Kamis (10/6/2021).

Pada saat itu, Ruaw mengusir dengan kata-kata kasar kepada wartawan Sulutreview. com, saat masuk bersama-sama dengan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw di ruang VVIP, di mana jenazah Hontong disemayamkan.

Ruaw beralasan, kehadiran wartawan di ruangan akan memancing wartawan lainnya untuk masuk. Padahal, yang masuk ke dalam adalah perwakilan saja. Mengingat prokes Covid-19.

“Eh ngana kaluar, nembole maso nanti wartawan laeng mo baku iko. Kaluar-kaluar. (Eh kamu keluar, jangan masuk di sini. Nanti wartawan lainnya akan ikut-ikutan masuk),” usir Ruaw dengan kalimat kasar.

Praktis tindakan Ruaw pun langsung direspon aparat yang ikut berjaga, dengan meminta wartawan untuk keluar.

Tindakan dan perlakuan yang kasar tersebut, bukan saja tidak membuat nyaman. Namun wartawan harus kehilangan momen penting, ketika Wagub Kandouw menunjukkan rasa empati kepada almarhum.

Salah satu wartawan Harian Manado, Martha Pasla, yang juga berada di lokasi yang sama mengaku sangat tidak respek dengan Ruaw. Sebagai pejabat yang mengatur protokoler harusnya tidak perlu berlebihan. Karena wartawan tahu tugas dan perannya.

“Arogansi Ruaw, bukan kali ini saja. Sudah terlalu sering. Tindakannya menghalang-halangi wartawan untuk mendapatkan informasi,” ketusnya.

Martha menambahkan, perlu diedukasi agar sikap Ruaw bisa memahami kinerja wartawan.

Senada disampaikan Rivco Towoliu wartawan Koran Sindo. Menurutnya, seharusnya Ruaw lebih kooperatif, jangan semena-mena. “Lantas kalau dia melarang wartawan meliput apakah dia yang akan menyampaikan informasi,” tandasnya.(srv)

banner 300x250