Ibu Rita : Jadikan Minat Baca sebagai Way of Life

Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan menyerahkan buku kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulut, Jani Lukas
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Indeks kegemaran membaca di Sulawesi Utara (Sulut) terbilang rendah. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan, mengingat membaca adalah penting untuk menambah pengetahuan dan membuka wawasan.

Menyikapi hal itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut, Ny Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, yang kerap disapa Ibu Rita mengajak masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) untuk menjadikan minat baca sebagai budaya dan gaya hidup atau way of life.

Bacaan Lainnya

“Kita harus mulai dari diri kita, untuk menjadi contoh, dengan menjadikan membaca sebagai way of life, sambil terus berupaya menggeser sebuah tradisi membaca yang hanya untuk suatu kepentingan,” ungkapnya pada kegiatan Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi pada Satuan Pendidikan Tingkat Menengah dan Pendidikan Khusus serta Masyarakat yang bertempat di Manado, Jumat (30/4/2021).

Sambung Ibu Rita, diperlukan sebagai langkah strategis, seperti kegiatan sosialisasi seperti ini, agar nantinya dapat meningkatkan budaya membaca, baik oleh peserta didik maupun oleh masyarakat umum.

“Saya mengharapkan kiranya kegiatan ini, akan semakin memberikan pemahaman kepada kita tentang pentingnya meningkatkan minat baca dan memantapkan literasi pada satuan pendidikan serta masyarakat, dalam rangka mendorong kualitas SDM yang unggul dan berdaya saing,” katanya.

Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulut, Jani Lukas

Ibu Rita berharap ke depan selain perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah, dapat disiapkan sudut baca di seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulut.

“Saya akan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar supaya setiap perangkat daerah menyediakan sudut-sudut baca dan tentu beserta dengan kelengkapannya,” ujarnya.

“Karena dalam masa pandemi Covid-19 ini banyak yang kurang keluar rumah, jadi kalau di perangkat daerah ASN dan THL bisa menggunakan waktu untuk membaca sekaligus meningkatkan literasi mereka masing-masing,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut, Jani Lukas menyampaikan ada tiga poin yang menjadi ukuran indikator penilaian indeks literasi.

“Layanan perpustakaan kepada masyarakat, dukungan sumber daya manusia baik pustakawan dan tenaga pengelola perpustakaan dan ketersediaan koleksi bahan bacaan yang berkualitas,” katanya.

Lanjut kata Lukas, sosialisasi literasi, yang dilaksanakan pada sekolah menengah dan komunitas perpustakaan tujuannya untuk memberikan pemahaman peserta agar dapat diteruskan ke masyarakat melalui kepala sekolah hingga perguruan tinggi, sehingga budaya gemar membaca di Sulut bisa naik.

“Indeks kegemaran membaca di Sulut masih di level bawah. Faktor yang mempengaruhi indeks budaya dan kegemaran membaca adalah layanan literasi kepada masyarakat, ketersediaan buku di perpustakaan dan SDM,” jelasnya.

Lukas menyampaikan bahwa gubernur dan wagub sangat memperhatikan indeks literasi di Sulut. Hal itu telah diikutu dengan, memperbaiki sarana dan prasarana gedung perpusataakan sehingga pengunjung nyaman. “Peningkatan layanan pengunjung telah disiapkan melalui perpustakaan digital sejak 2020. Bahkan dalam waktu dekat ini dipersiapkan perpustakaan anak,” ujarnya.

Kepada para kepsek SD dan SMP, Lukas mengharapkan agar memberikan jadwal kepada anak didik supaya dapat berkunjung, sehingga perpustalaan daerah semakin maju dan minat baca naik.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi, Sekretaris TP PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulut Ivonne Silangen-Lombok.(eda)

banner 300x250