Evaluasi Kontrak Kinerja, Rektor Unsrat Dorong Lakukan Lompatan Kemajuan

Rektor Unsrat Prof Kumaat memimpin jalannya pelaksanaan FGD Evaluasi Kontrak Kinerja Triwulan I, Selasa (27/4/2021).
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat M.Sc DEA memimpin jalannya pelaksanaan FGD Evaluasi Kontrak Kinerja Triwulan I, Selasa (27/4/2021).

Prof Kumaat mengatakan evaluasi terhadap kontrak kinerja merupakan prioritas yang wajib dilakukan. Baik secara berkala untuk mengendalikan arah tujuan Unsrat mencapai visi sebagai Perguruan Tinggi (PT) yang unggul dan berbudaya.

Bacaan Lainnya

Terkait hal ini, Rektor Unsrat telah menandatangani kontrak kinerja dengan Dirjen Dikti Kemdikbud dan Dirjen Perbendaharaan Negara, Kemenkeu, yang setiap saat harus siap dievaluasi secara berkala.

Evaluasi kontrak kinerja triwulan I dilaksanakan secara daring dan luring

“Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar yang merupakan terobosan inovatif mengembangkan mutu pendidikan dan lulusan agar terserap di lapangan kerja dan bermanfaat mempercepat pembangunan,” katanya.

Prof Kumaat, pada kesempatan yang sama juga merinci butir-butir pada kontrak kinerja dengan Kemendikbud tersebut yang meliputi, indikator kinerja utama yang pada penerapannya di universitas, diturunkan menjadi bagian dari kontrak kinerja Rektor dengan para dekan, kepala lembaga, dan Kepala UPT.

“Jadi dalam kesempatan ini, para pimpinan Unit Kerja harus melaporkan secara berkala, bagaimana capaian kinerja di triwulan I ini,” ujarnya.

Selain itu Unsrat juga telah menetapkan rencana strategis (renstra) yang menjadi alat pengendali arah program kegiatan untuk mencapai visi dan misi.

Renstra Unsrat 2020 — 2024, terdiri atas 55 indikator, yang di dalamnya sudah termasuk 8 IKU.

Prof Kumaat bersama jajaran berkomitmen majukan Unsrat

“Indonesia yang saat ini dalam situasi bonus demografi, memerlukan terobosan metode Pendidikan Tinggi yang atraktif agar lulusannya memiliki kapasitas kompetitif yang diakui oleh dunia usaha dan dunia industri. Bahkan sampai di tingkat global,” jelas Prof Kumaat.

“Unsrat harus menangkap dengan taktis terhadap kebijakan Menteri. Sehingga ini menjadi kesempatan bagi Unsrat untuk melakukan lompatan kemajuan yang signifikan. Perencanaan harus dilakukan dengan cermat dan efektif dalam konteks Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Dari hasil evaluasi kinerja ini mungkin saja diperlukan update terhadap perencanaan teknis yang terintegrasi baik dari sisi akademik, keuangan dan sumberdaya manusia, dimana konteks kampus merdeka merdeka belajar dan 8 IKU menjadi inti atau focus utama,” tandasnya.

Prof Kumaat optimistis, hal tersebut akan semakin mendorong mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan untuk mencapai kesejajaran dengan PT yang sudah lebih maju.

“Para dosen dan tenaga kependidikan jangan cepat puas dengan zona nyaman yang “semu” yang sekarang dinikmati. Jaman sudah berubah, generasi muda lebih berkarakter, sudah semakin maju, seiring kemajuan IT yang demikian pesat,” tukasnya.

Untuk itu, Prof Kumaat mengingatkan agar Unsrat jangan tertinggal. “Unsrat harus semakin maju dengan bekerja lebih cepat dan cerdas,” katanya.

Pertemuan evaluasi kontrak kinerja dilaksanakan melalui luring maupun daring, yang diikuti Dewan Pengawas, Rektor dan Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Kepala Biro, Pimpinan LPPM, Pimpinan LP3, Pimpinan LPM, Pimpinan UPT.(hilda)

banner 300x250