Manado, Sulutreview.com – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, siap menyongsong kepemimpinan yang baru di periode
2026-2030, setelah civitas melakukan pemilihan dan menetapkan Prof. Golda Juliet Tulung, SS, MA, PhD sebagai dekan pada Kamis pagi (04/12/2025).
Proses pemilihan berlangsung kondusif dan penuh kekeluargaan, dengan perolehan suara sebanyak 13 suara.
Prof Golda unggul telak dari dua kandidat lainnya, Prof Maya P. Warouw yang meraih 5 suara, dan Dr Dra. Djeinne Imbang yang tidak memperoleh suara.
Hasil pemilihan tersebut, sekaligus menandai siap berakhirnya masa jabatan Prof Maya Warouw sebagai dekan, yang nantinya akan digantikan oleh Prof Golda mulai tahun 2026.
Sebagai pemimpin yang baru, Prof Golda memiliki jejak akademik yang kuat. Ia
bukan sosok yang asing bagi civitas akademika FIB Unsrat.
Kelahiran Jakarta, 16 Juli 1970 ini, mengawali perjalanan karir akademiknya di kampus yang kini ia pimpin.
Ia menamatkan Sarjana Sastra Inggris di Unsrat, lalu memperluas wawasan akademik hingga ke Kanada melalui gelar Master di bidang Applied Language Studies dari Carleton University, serta gelar doktor dalam Language Teaching and Learning dari University of Ottawa.

Perjalanan panjangnya di dunia pendidikan tidak hanya tercermin dari ruang-ruang kuliah, tetapi juga dari karya ilmiah dan buku yang telah ia hasilkan. Sikap ilmiah, ketekunan riset, dan konsistensinya membangun atmosfer akademik sering menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun kolega.
Prof Golda merupakan sosok akademisi yang aktif dan rendah hati. Selain mengajar dan meneliti, Prof Golda juga dikenal sebagai pribadi yang hangat dan kolaboratif.
Ia aktif dalam berbagai organisasi profesional, antara lain:
- Pengurus Asosiasi Peneliti Bahasa-bahasa Lokal
- Anggota TEFLIN (Teachers of English as a Foreign Language in Indonesia)
- Anggota Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)
Keterlibatannya di berbagai forum ilmiah menegaskan komitmennya, dalam membawa kajian bahasa dan budaya Indonesia, termasuk bahasa-bahasa lokal Sulawesi Utara ke panggung yang lebih luas.
Harapan Baru bagi FIB Unsrat, dikatakan Bode Grey Talumewo, tugas seorang dekan tidak hanya memimpin pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun membina tenaga kependidikan, mahasiswa, dan administrasi fakultas, untuk mencetak lulusan terbaik.
“Banyak selamat buat Prof Golda Tulung, yang telah terpilih sebagai Dekan FIB Unsrat,” katanya.
Dengan rekam jejak akademik dan pengalaman organisasi yang kuat, banyak pihak menaruh harapan bahwa Prof Golda akan membawa suasana kerja yang lebih humanis, dialogis, dan kolaboratif di FIB Unsrat.
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan dunia pendidikan tinggi, hadirnya sosok pemimpin seperti Prof Golda menjadi angin segar.
Kepercayaan yang diberikan untuk memimpin FIB Unsrat 2026–2030 tidak hanya merupakan pengakuan atas kompetensinya, tetapi juga wujud harapan akan masa depan fakultas yang lebih terbuka, inovatif, dan berbudaya.
Dengan langkah mantap, Prof Golda Juliet Tulung kini bersiap menakhodai Fakultas Ilmu Budaya Unsrat menuju babak baru perjalanan akademiknya, sebuah perjalanan yang diharapkan semakin menguatkan karakter budaya, ilmu, dan kemanusiaan.(hilda)













