Komisi IV DPRD Apresiasi Optimisme Patricia Mawitjere Majukan Kebudayaan Sulut

James Tuuk saat menyampaikan sambutan di Rakor Kebudayaan

Manado, Sulutreview.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), James Tuuk memberikan apresiasi kepada langkah Kepala Dinas Kebudayaan Patricia Mawitjere yang bekerja keras untuk memajukan kebudayaan daerah.

Menurut Tuuk, baru kali ini ada kepala dinas yang dengan keseriusan penuh berupaya untuk melahirkan Ranperda sehingga kebudayaan daerah benar-benar menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

“Selama saya menjadi anggota DPRD, baru kali ini saya melihat semangat yang besar yang ditunjukkan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut, untuk memajukan kebudayaan daerah. Hal ini perlu dukungan semua pihak. Sehingga ada payung hukum untuk langkah ke depan,” ujarnya dalam Rakor Kebudayaan Daerah yang digelar di hotel Grand Puri Manado, Selasa (9/3/2021).

Bukan itu saja, Tuuk mengatakan optimisme Mawitjere untuk memajukan kebudayaan terlihat dari berbagai terobosan yang dilakukan antara lain, dengan menggalang kerja sama kabupaten/kota maupun organisasi adat dan seniman. Sasarannya adalah membuat dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), untuk menjadi landasan payung hukum.

Sebelumnya, Rakor Kebudayaan dibuka oleh Asisten 2 Setdaprov Sulut, Dr Praseno Hadi mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

“Kebudayaan merupakan aset yang harus dipertahankan, yang akan membentuk karakter bangsa. Sebab, kebudayaan bukan soal pakaian dan bahasa maupun tarian. Tetapi harus mengakar di sanubari,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Mawitjere menambahkan bahwa kehadiran seluruh Kepala Dinas yang membidangi kebudayaan di kabupaten/kota sebagai langkah untuk mensinkronkan Program Kegiatan Strategis Pemajuan Kebudayaan Sulut untuk pencapaian IPK 2021 – 2024 yang telah ditetapkan dan mengalami kenaikan target.

“Penyusunan dokumen PPKD, bersinergi provinsi dan kabupaten/kota dalam setiap event promosi kebudayaan. Dinas Pendidikan Sulut, dengan mensinkronkan program edukasi kebudayaan kepada siswa. Berikut Dinas Olahraga Sulut, untuk program olahraga tradisional, pegiat seni dan budaya, membahas tentang pendataan dan permasalahan yang terjadi,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Sulut Patricia Mawitjere

Selain itu, Mawitjere juga akan melakukan diskusi dengan BUMN, BUMD, swasta Pelni, MSM, BSGo, BRI, BNI untuk bekerja sama dalam pemajuan kebudayaan. Yakni dengan memutar instrument Kolintang, di setiap ATM ada promosi tentang budaya Sulut sampai di setiap pelabuhan maupun bandara.

“Tujuannya untuk menunjang musik Kolintang goes to UNESCO. Melalui pertemuan ini juga dari pihak Pelni menginginkan ada kegiatan seni budaya pada saat kapal sandar di pelabuhan, waktu transit agar penumpang bisa menikmati kebudayaan Sulut. Sama saat datang ke Bali merasakan Bali,” tukasnya.

Dari hasil diskusi dimintakan Disbud Sulut untuk membuat surat edaran Gubernur agar di setiap bandara, pelabuhan, hotel, restaurant tempat umum untuk memutar Instrument lagu Kolintang. Tujuannya mendukung Kolintang goes to UNESCO dan menonjolkan seni budaya Sulut.

“Jika sudah ada edarannya maka BUMN, BUMD, Swasta akan segera menindaklanjutinya,” tutup Mawitjere.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *