Kemajuan Kebudayaan Daerah, Penentu Karakter Generasi

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprov Sulut, Praseno Hadi (tengah) bersama Kepala Dinas Kebudayaan Patricia Mawitjere dan Anggota Komisi IV DPRD Sulut James Tuuk

Manado, Sulutreview.com – Kemajuan kebudayaan memiliki peran penting dan mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan dan penentu karakter bangsa.

Itulah sebabnya kebudayaan yang sarat dengan nilai-nilai luhur itu dapat dijadikan sebagai pondasi karakter generasi.

“Jangan sampai kita mempunyai budaya tetapi lebih suka dengan budaya orang lain. Karena budaya bukan sekedar pakaian, bahasa tetapi lebih kepada karakter,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprov Sulut, Praseno Hadi saat membuka Rakor Bidang Kebudayaan Tahun 2021, di Grand Puri Manado, Selasa (9/3/2021).

Praseno berharap, generasi di Provinsi Sulut sebagaimana UU nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan menjadi sentral pembentukan karakter.

“Saya sangat berharap anak-anak kita mencitai adat dan istiadat. Ajarkan mereka untuk lebih beretika,” ujarnya sembari berharap sekolah dapat mengambil bagian untuk memajukan kebudayaan.

“Saya sangat mengapresiasi adanya forum ini, kiranya dapat melahirkan ide kreatif yang dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Seluruh elemen agar dapat mendukung agenda kerja pelaku budaya sesuai dengan UU nomor UU nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” jelasnya.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut, Patricia Mawitjere menegaskan, sudah waktunya kebudayaan di Sulut mengalami kemajuan.

“Kebudayaan di Sulut harus mengalami kemajuan dan bangkit. Di mana kita menjadi bagian kebudayaan tersebut,” tukasnya.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Mawitjere bersama jajarannya telah melakukan sejumlah upaya, antara lain Bimbingan Teknis Implementasi Perundang-undangan Fokus Group Discussion (FGD) dan Rakor Bidang Kebudayaan Tahun 2021.

“Berbagai kegiatan tersebut tujuannya agar seluruh pegawai pejabat ASN dan THL dapat memahami kebudayaan, sebagaimana Perpres Kebudayaan Daerah. Berikut rakor bersama kabupaten/kota untuk sinkronisasi dengan program yang ada,” sebutnya.

Mawitjere juga menyentil soal pariwisata, yang sesungguhnya adalah bagian dari kebudayaan. “Perlu diedukasi kepada masyarakat, kebudayaan harus jadi tuan rumah. Betapa penting kebudayaan untuk meningkatkan ekonomi. Kebudyaaan bukanlah bagian pariwisata tetapi pariwisata bagian kebudayaan,” ungkapnya.

Untuk kemajuan kebudayaan, Mawitjere mengingatkan akan membuat dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). “Sangat diharapkan rakor ini akan mendapatkan semangat memajukan kebudayaan daerah,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulut James Tuuk mengatakan agar para kepala daerah turut mendukung terealisasi nya PPKD.

Dia menyampaikan jika ada kepada daerah yang tidak mendukungnya, sama halnya tidak peduli kepada adat.

“Kiranya dalam penyusunan aturan nanti, dapat disiapkan dengan sebaik-baiknya dengan merangkul semua unsur. Baik seniman hingga organisasi adat, sehingga penyusunan PPKD menjadi paripurna tidak ada yang komplain sana sini,” katanya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *