Gairahkan UMKM, Kemendag Gandeng Accor Group dan BNI Manado Teken MoU

UMKM di Sulut menjadi sasaran untuk diberdayakan, berbagai upaya terus dilakukan agar ekonomi terus bergairah

Manado, Sulutreview.com – Mendukung program pemerintah dalam peningkatan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Utara (Sulut), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) menggandeng grup perhotelan Accor PT AAPC Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah 11 Manado (Suluttenggomalut), dan Pemerintah Provinsi Sulut.

Hal tersebut ditindaklanjuti dengan meneken Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman bersama tentang Kerja Sama Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi, serta Penyediaan Layanan Perbankan.

Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Ida Rustini; Pemimpin Wilayah 11 Manado (Suluttenggomalut) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Koko Prawira Butar-Butar; Senior Vice President PT. AAPC Indonesia, Adi Satria; dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Edwin Kindangen, M.Si. Penandatanganan disaksikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, pada Kamis (25/02/2021).

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut nyata dari Kementerian Perdagangan dalam melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 14 Mei 2020 telah mencanangkan gerakan nasional bangga buatan Indonesia. Terutama untuk mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri khususnya produk produk yang dihasilkan oleh UMKM karya anak bangsa.

Nota kesepahaman ini merupakan payung yang menjadi dasar untuk dibuatnya perjanjian kerjasama secara wilayah, antara PT Accor Asia Pacific Indonesia dan BNI. Di mana PT accor Asia Pasifik akan menjadi offtaker yang akan membeli produk-produk UMKM yang dibutuhkan dan terkurasi oleh jaringan perhotelan Accor group. Sedangkan BNI sebagai lembaga keuangan yang akan memberikan dukungan layanan perbankan, termasuk pembinaan dan peningkatan kapasitas serta permodalan bagi UMKM yang menjadi mitra PT Accor.

Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Ida Rustini menjelaskan bahwa kerjasama ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mengedepankan aspek-aspek kolaborasi dan sinergi, kreativitas, inovasi, dan kecepatan, serta beradaptasi dengan cara baru sebagai kunci yang mutlak diperlukan di era digital dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Poin penting dalam nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama tersebut yaitu mencakup koordinasi antar pihak-pihak terkait pertukaran data dan informasi, serta pembinaan terhadap UMKM; kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi dengan pelaku UMKM yang memenuhi kriteria pihak-pihak terkait; serta fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

Pemimpin Wilayah 11 Manado PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Koko Prawira Butar-Butar yang diwakili oleh Head of Networking and Services Dr. Ferry Sinaga menjelaskan, peran BNI di era digital dalam pengembangan UMKM ialah dalam hal digitalisasi pembayaran, bertindak sebagai konsultan uasaha dan penyaluran pembiayaan UMKM, dan pengembangan bisnis rintisan melalui Agen46. BNI telah mendukung digitalisasi pembayaran ritel melalui EDC merchant, QR Code Payment serta eRetribusi di pasar rakyat. Digitalisasi pembayaran ini turut mendukung protokol Covid-19 yang mengurangi kontak fisik antara pembeli dan penjual.

Head of Networking and Services Dr. Ferry Sinaga menjelaskan, peran BNI di era digital dalam pengembangan UMKM

Sedangkan, melalui penyaluran pembiayaan KUR kepada para UMKM, diharapkan UMKM dapat memanfaatkan akses pembiayaan perbankan untuk meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pembeli, dan pada akhirnya meningkatkan omzet penjualannya. Sementara melalui Agen46, pelaku UMKM dapat mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang BNI. Agen46 memberikan layanan perbankan pembukaan rekening, tarik tunai dan transfer uang, hingga pembayaran pajak. Hal ini berdampak pada pemerataan edukasi keuangan serta meningkatkan jumlah UMKM yang bankable.

Dalam kesempatan ini sebagai dukungan BNI terhadap program pengembangan UMKM di Sulawesi Utara di antaranya melalui penyerahan KUR Ritel Sektor UMKM BNI kepada 2 (dua) pelaku UMKM masing-masing sebesar Rp. 500 juta di saksikan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga .

Kegiatan ini sebagai bentuk program #BUMNbangkitkanUMKM, yang menitikberatkan pada pengembangan sektor UMKM di Sulawesi Utara, kata Ferry Sinaga.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Edwin Kindangen, M.Si menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak ini dalam mendorong UMKM. Dipertemukannya antara Accor sebagai pembeli jangka panjang dengan pedagang, khususnya UMKM, adalah stimulus yang baik, apalagi didukung dengan hadirnya BNI selaku lembaga pembiayaan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menjadikan pengembangan UMKM sebagai salah satu program prioritas ekonomi daerah, tujuannya untuk menyelaraskan struktur perekonomian daerah, mempercepatn pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat pengangguran, mnenurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan laju pergerakan sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Mudah-mudahan dengan penerapan protokol kesehatan yang baik di masa pandemi ini, industri perhotelan bisa tetap berjalan sehingga UMKM di Sulawesi Utara dapat terus terbantu, ujarnya.

Sementara itu, Senior Vice President PT. AAPC Indonesia, Adi Satria menyampaikan,

grup perhotelan Accor yang telah lebih dari 25 tahun hadir di Indonesia berkomitmen memberikan kontribusi bagi kemajuan industri dan mendorong pergerakan ekonomi di tanah air, terutama di tengah situasi pandemi yang penuh tantangan ini. Dukungan kami berikan kepada pemerintah pusat dan daerah maupun pihak swasta. Kami senang berkolaborasi dengan Kemendag dalam mendukung UMKM dan dalam penyediaan akomodasi, khususnya di Sulawesi Utara, ujar Adi Satria.

Diketahui, untuk menciptakan akomodasi dengan lingkungan yang aman dan higienis, seluruh jaringan Accor di dunia termasuk Indonesia menerapkan ALLSAFE, yakni label kebersihan dan pencegahan dari Accor yang didukung kepatuhan pada peraturan dan hukum setempat. Ini menjadikan salah satu standar keselamatan yang terketat di dunia perhotelan untuk menjamin setiap hotel telah menjalani langkah-langkah keamanan tambahan sebagai komitmen melindungi para tamu, karyawan, dan mitra hotel. Grup Accor mengharapkan para tamu dapat kembali menginap ataupun mengadakan acara di hotel-hotel Accor dengan yakin dan tenang.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *