Manado Pusat Ekonomi Sulut, Tidak Boleh Kotor

Gubernur Olly Dondokambey bersama Wagub Steven Kandouw saat meninjau langsung proses angkut sampah

Manado, Sulutreview.com – Kota Manado merupakan center poin dari aktivitas perekonomian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Bahkan Manado merupakan parameter kemajuan dan pembangunan. Karenanya, Manado menjadi wajah ibukota provinsi harus bersih. Dalam artian bebas dari sampah.

Akan hal itu, untuk menjaga Manado tetap bersih dan sehat, Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven OE Kandouw dan jajaran yang juga disuport TNI/Polri, bersatu mengangkut sampah yang selama beberapa waktu telah merusak wajah Kota Manado.

Tak tanggung-tanggung 53 armada truk disiapkan berikut relawan dari berbagai kalangan bersama personel Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) pun sigap membabat habis tumpukan sampah yang jumlahnya mencapai ribuan ton.

Kegiatan yang dikemas melalui kerja bakti bersih-bersih sampah di Kota Manado, berhasil mengangkut sampah di 17 titik.

Gubernur menjelaskan, akibat kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo tidak mampu menampung sampah, maka sampah yang dibersihkan, untuk sementara dibuang ke TPA Kulo Kabupaten Minahasa.

Akan hal ini, Pemprov Sulut telah berkomunikasi dengan Pemkab Minahasa terkait lokasi sementara tempat pembuangan sampah pasca banjir di Manado akibat terbatasnya daya tampung TPA Sumompo Manado.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Kabupaten Minahasa ada lokasi tempat pembuangan sampahnya masih belum maksimal dimanfaatkan. Untuk sementara sampah-sampah di Kota Manado kita angkut ke sana,” kata Olly di kompleks Marina, Sabtu (06/02/2021).

Selain di Minahasa, daerah yang menjadi lokasi pembuangan sampah sementara, adalah di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, yang masih bisa dimanfaatkan sembari menunggu pembangunan TPA regional Mamitarang selesai pada Desember 2021.

Terkait keikutsertaan seluruh ASN dan THL Pemprov Sulut dalam pembersihan sampah di Manado, orang nomor satu di Sulut ini menjelaskan bahwa ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam terus menjaga Manado sebagai ibu kota provinsi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulut.

“Kita libatkan semua pihak untuk mengatasi tumpukan sampah. Karena Manado merupakan pusat ekonomi, maka Manado tidak boleh kotor. Kalau kotor bagaimana orang mau datang ke Sulu,” tandasnya.

Lebih jauh, Olly mengharapkan agar sinergitas dengan pemerintah kabupaten dan kota di Sulut dapat terus dibangun sehingga permasalahan darurat yang dialami oleh suatu daerah dapat cepat terselesaikan.

“Sinergitas pemerintahan itu harus ada, supaya kita menangani persoalan-persoalan darurat yang tidak bisa kita tangani sendiri,” tutupnya.

Turut hadir, jajaraan Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, Organisasi Perangkat Daerah (SKPD) bersama ASN dan THL.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *