Manado, Sulutreview.com – Masa pandemi Covid-19 telah berdampak pada proses belajar mengajar siswa.
Menyikapi keadaan tersebut, sekolah menyiasati dengan melaksanakan program tatap muka melalui daring atau via zoom, yang memanfaatkan handphone Android maupun laptop.
Namun demikian upaya tersebut, belum maksimal. Sebab berdasarkan evaluasi terdapat kendala serius. Di mana kehadiran siswa lewat zoom tersebut masih minim.
Hal ini menimbulkan kekuatiran tenaga pendidik, terutama berkaitan dengan hasil akhir siswa yang ditentukan oleh kenaikan kelas.
“Ukuran siswa naik kelas, salah satunya dilihat dari 80 persen kehadiran tatap muka via daring atau zoom. Jadi kalau kurang dari itu, maka siswa tidak dapat naik kelas,” ungkap Kepala SMAN 1 Manado, Sherly Kalangi saat melaksanakan pertemuan dengan orang tua siswa di aula sekolah, Kamis (04/02/2021).
Dalam pertemuan itu, Kalangi mendorong orang tua (ortu) siswa untuk tidak segan-segan turut mengawasi jalannya proses pembelajaran via zoom.
“Selama Covid-19, pembelajaran jarak jauh yang dilakukan sebenarnya sudah banyak dikorting. Karena siswa hanya belajar dari pukul 07.15 sampai 11.30 Wita, dengan 3 mata pelajaran. Sementata sebelum Covid-19, berlangsung dari jam 07.00 sampai 15.45 Wita,” sebut Kalangi.
Tatap muka yang hanya 30 menit dengan kontrol guru. Dengan demikian siswa hanya 2 jam mengerjakan tugas. “Itu artinya, siswa hanya mengerjakan tugas dari jam satu sampai jam 3. Sesudah itu istirahat sampai malam. Nah, kalau ada keluhan siswa banyak mengerjakan tugas sampai malam, berarti tidak memanfaatkan waktu,” jelasnya.
Melalui penjelasan yang disampaikan, Kalangi berharap tidak ada kesalah pahaman atau tidak saling tuding.
“Guru berusaha maksimal cari modul. Kami minta ortu turut menyukseskan agar kualitas daring dengan waktu pendek dapat berjalan baik,” ujarnya.
“Masih ada 4 bulan bagi siswa untuk berusaha memperbaiki kekurangan,” tukasnya sembari menambahkan bahwa siswa yang belajar via daring, wajib menggunakan seragam. Jangan sampai tidak ada persiapan. Jam 7.15 sudah di depan laptop atau HP,” tegasnya.
” Di masa pandemi ini kami sangat berharap, dapat menelorkan siswa berkualitas. Bukan yang bermental kerupuk. Namun berkarakter dan berintegritas. Untuk itu, informasi dari ortu, sangat penting. Jika ada kendala, orang tua bisa menyampaikan kepada guru untuk dikunjungi,” imbuhnya.(hilda)






