foto-foto Diskominfo Bitung
Bitung, Sulutreview.com — Sore itu pada Sabtu 3 Oktober tahun 2026, pukul 16:00 WITA halaman dari depan jalan dan belakang menghadap laut Pulau Lembeh wilayah Kantor TNI AL Satrol Kodaeral VIII Manado di Kota Bitung mulai disesaki ratusan warga Bitung.
Suara yang kian ramai mulai membising di kiri dan kanan jalan depan dan didalam Kantor Satrol dimana penjual kuliner Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mulai mengadu nasib menjual jajanan yang variatif yang sudah pasti memanjakan lidah dan perut warga Kota Cakalang.
Apalagi terpantau wartawan, pada pukul 16:00 WITA tampak mobil kijang hitam DB 1 C yang adalah Bapak Walikota Bitung Hengky Honandar SE yang juga dinaiki Ketua TP PKK Ny Ellen Honandar Sondakh SE dan juga mobil Bapak Wakil Walikota Randito Maringka S.Sos yang juga dinaiki Istri Jacinta Maringka Gumolung dan jajaran pejabat yaitu Sekda Ruddy Theno MT MAP serta jajaran pejabat lainya memasuki lokasi area Dansatrol untuk membuka kegiatan akbar setiap tahun di Kota Bitung yaitu Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL)
Langkah pasti yang harmonis terlihat erat kedua pimpinan Hengky dan Randito serta Ellen dan Jacinta menunjukan kerukunan terus di rajut dan selalu terjaga bagi kedua pimpinan Kota Bitung ini.
Sementara itu, terlihat juga Jajanan kuliner dengan nama Market & Expo di kawasan Satrol Kodaeral VIII, Kota Bitung. Mengusung semangat “Together in Harmony”, pembukaan ini menandai dimulainya aktivitas festival yang akan berlangsung hingga 10 Oktober 2026.
Pada fase awal penyelenggaraan, aktivitas FPSL berpusat pada Zona Bitung Market (Kuliner) serta Zona Expo & Komunitas. Kedua zona menjadi ruang utama bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dunia usaha, komunitas dan masyarakat untuk bertemu sekaligus menikmati berbagai program FPSL.
Dalam konsep zonasi FPSL 2026, Bitung Market ditempatkan sebagai area tenant makanan dan komunitas, sementara Zona Expo & Komunitas menjadi ruang Expo/Ekraf dan berbagai side event.
Selain dua zona tersebut, Zona Rekreasi juga mulai menjadi bagian dari pengalaman pengunjung selama berada di venue, khususnya sebagai ruang rekreasi anak dan keluarga.
Sementara Zona Pagelaran/Panggung Utama dan Zona Sailing Pass akan semakin aktif menuju rangkaian utama dan puncak FPSL 2026.
Pada hari pertama, tenant Bitung Market & Expo mulai beroperasi sejak pukul 12.00. Suasana pembukaan kemudian diisi dengan Tari Kabasaran, Barongsai, penampilan dansa dan Line Dance, Tari Tangkap Cakalang, akustikan, hingga penampilan talent pada malam hari.
Sepanjang 3–10 Oktober, Bitung Market & Expo akan terus hidup dengan program yang berbeda setiap harinya, mulai dari aktivitas sekolah dan komunitas, fashion show, kompetisi seni, modern dance, workshop, akustikan hingga berbagai pertunjukan musik.
Kehadiran zona-zona tersebut memperkuat konsep FPSL sebagai festival yang tidak hanya berpusat pada satu panggung. Kuliner, produk lokal, ekonomi kreatif, komunitas, rekreasi dan pertunjukan menjadi bagian dari pengalaman pengunjung sekaligus membuka ruang aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.
Rangkaian FPSL 2026 kemudian akan bermuara pada puncak festival, 10 Oktober 2026, dengan Pagelaran Budaya dan Tari Kolosal Pelajar, Parade Masamper, Sailing Pass × Parade Kapal MARPOLEX 2026, Tuna and Kolintang Experience, hingga rangkaian konser musik.(zet/**)






