Pelaku Wisata Asal Sulut di Bali Butuh Bantuan Pemerintah

Tonaas Brigade Manguni Harian Bali, Veronika Karundeng

Manado, Sulutreview.com – Para pelaku wisata asal Sulawesi Utara (Sulut) yang saat ini berada di Bali mengalami kesulitan. Sebab, sektor pariwisata yang selama ini jadi andalan tengah terguncang oleh Covid-19.

Olehnya, warga Sulut yang masih tetap bertahan tinggal di pulau Bali sangat membutuhkan perhatian pemerintah.

Menurut Tonaas Brigade Manguni Harian Bali, Veronika Karundeng, pandemi Covid-19 ini telah mematikan sektor pariwisata yang berdampak besar terhadap sektor perekonomian di Bali.

“Warga Sulut yang ada di Bali sebagian besar bermata pencaharian sebagai karyawan hotel, restoran serta tour guide. Otomatis warga Sulut yang ada di Bali mengalami kesulitan dalam memutar roda perekonomian mereka,” ujarnya, Rabu (3/2/2021).

Bantuan yang diturunkan oleh pemerintah pusat, katanya, hanya disalurkan lewat lembaga desa adat dan bukan lembaga desa atau instansi terkait. Maka sudah pasti bantuan tersebut tidak akan pernah sampai kepada warga pendatang.

Sedangkan bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan lewat hotel kepada karyawan pun akan sulit didapatkan mengingat sejak tahun lalu sudah banyak karyawan yang dirumahkan, sehingga karyawan tersebut tidak mendapat akses untuk menerima bantuan tersebut.

“Begitu banyak warga manado di Bali dan di daerah lainnya yang tidak mendapat bantuan selama pandemi Covid-19. Sehingga bantuan pemerintah sangat kami harapkan,” ujarnya.

“Apakah bisa bantuan nasional dilakukan secara silang jika warga tersebut tidak berada di daerah asalnya. Alangkah baiknya pemerintah Sulut berkomunikasi dengan pemerintah di daerah lain dalam hal pendistribusian bantuan tersebut,”tandasnya.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *