Tersedia 23.670 Dosis Vaksin, Dilaunching di RS Kita Waya Manado

0
69
Rapat Optimalisasi Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulut secara virtual di Ruang C.J. Rantung Kantor Gubernur Sulut, Rabu, (13/1/2021)

Manado, Sulutreview. com – Launching vaksinasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), seperti yang direncanakan bakal dilaksanakan di RS Lapangan Covid-19 Kita Waya Manado pada Jumat (15/01/2021).

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Forkopimda, dipastikan akan menerima vaksinasi.

Vaksin Covid-19, diketahui sudah tiba sebanyak 23.670 dosis, dan akan didistribusi ke-2 kota (Tomohon dan Manado) sesuai dengan surat dari Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor SR.02.06/II/80/2021 tertanggal 8 januari 2021 terkait distribusi vaksin dan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi tahap awal akan dilaksanakan di 2 kota ini, 10 sampai dengan 12 hari selanjutnya dilaksanakan di 13 kabupaten/kota.

“Terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19, di Sulut diharapkan dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan,” ungkap Sekdaprov Sulut, Edwin Silangen saat membuka secara resmi Rapat Optimalisasi Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulut secara virtual di Ruang C.J. Rantung Kantor Gubernur Sulut, Rabu, (13/1/2021)

Pada kesempatan itu Silangen, menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini akan semakin menyatukan pemahaman, tekad dan komitmen semua stakeholder dalam menangani dan mengendalikan pandemi Covid-19 di Sulut.

Diketahui, berdasarkan data terkini (12 Januari 2021), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut berjumlah 10.687, dengan rincian: 7.774 kasus sembuh, 343 meninggal, dan 2570 kasus aktif dalam perawatan/pemantauan.

Melihat data epidemiologis itu, berarti angka kesembuhan mencapai 72,74% dan angka fatalitas sebesar 3,20%.

Silangen menerangkan bahwa berdasarkan perkembangan peta zonasi risiko dalam 3 minggu terakhir ini juga membaik. Pertambahan jumlah kasus harian pun semakin sedikit.

“Namun kiranya ini tidak membuat kita kendor dalam pelaksanaan tugas-tugas kita untuk terus optimal dalam penanganan pandemi Covid-19 di Sulawesi Utara,” katanya.

“Kegiatan Tracing, Testing, Treatment, serta Isolasi harus tetap optimal kita lakukan. Laboratorium RT PCR di Sulawesi Utara harus  optimal pengelolaan dan penggunaannya,” sambungnya.

Lanjut Silangen, upaya-upaya antisipasi penyebaran dan kenaikan kasus harus semakin intens. Hal ini dapat dilakukan dengan sejumlah rencana, diantaranya :

1.Kabupaten/Kota harus menambah ruang isolasi sebanyak 30% dari existing sekarang;

2.Perlu adanya penambahan ruangan dan
SDM untuk perawatan diruang intensif (ICU Covid-19);

3.Disiplin penegakkan 3M harus diperketat;

4.Kegiatan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) harus diperluas.(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here