dr Devi dan dr Merry Kompak Blusukan di Pasar 45

0
237

Manado, Sulutreview.com – Berbagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19 intens dilakukan dr Kartika Devi Tanos MARS dan dr Merry Mawardi SpA.

Kedua birokrat andalan Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) yang tengah cuti ini, tergerak hati dan peduli kepada para pedagang yang ada di seputaran kompleks Pasar 45.

Keduanya rela berpanas-panasan dan blusukan untuk membagikan masker kepada para pedagang maupun orang yang lalu lalang di kawasan tersebut.

Baik dr Devi maupun dr Merry ingin menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19 yang harus menjadi tanggung jawab bersama. Setidak-tidaknya dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang saat ini disosialisasikan dan dikenal dengan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan.

“Kegiatan membagi masker ini, sebagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19. Sekaligus memberikan edukasi akan bahaya virus yang masih banyak diabaikan oleh masyarakat,” ungkap dr Devi Kamis (22/10/2020).

dr Kartika Devi bagikan masker ke pedagang bahkan langsung memakaikannya

dr Devi yang adalah istri calon Wakil Gubernur (petahana) Sulut Drs Steven Kandouw ini, sangat menyayangkan dan prihatin. Karena di tengah pandemi Covid-19 ini masih banyak didapati masyarakat yang apatis atau masa bodoh, dengan tidak memakai masker.

“Itulah sebabnya perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat yang bersikap acuh tak acuh dan seperti tidak terjadi apa-apa, menjadi sadar,” ungkap dr Devi.

Keadaan tersebut menurut dr Devi harus disikapi, tidak dapat dibiarkan. Hal ini bukan saja membahayakan diri sendiri tetapi juga orang lain.

“Di masa pandemi ini kita harus saling menjaga. Tidak boleh di masa new normal atau adaptasi kebiasaan baru disalah artikan. Masyarakat harusnya taat dengan aturan yang diberlakukan,” ujarnya.

Aksi turun ke jalan dengan menyisir kawasan Pasar 45, juga dilakukan dr Merry yang adalah istri dari calon Wakil Walikota dr Richard Sualang.

dr Merry Mawardi SpA saat membagikan masker dan hand sanitizer

dr Merry membagikan masker dan hand sanitizer sambil mengingatkan agar patuh pada protokol kesehatan.

“Sayangi dan lindungi diri dari bahaya Covid-19. Dengan memakai masker maka kita sudah ikut memutus mata rantai Covid-19,” tandasnya.

dr Merry yang adalah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan ini, juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama melindungi keluarga. Khusus kepada anak-anah di bawah 12 tahun. “Tolong agar dijaga. Untuk saat ini jangan diajak untuk ke tempat-tempat pusat perbelanjaan dengan alasan apa pun. Mungkin orang tua akan berdalih sudah sekian bulan anak-anak di rumah saja. Karena lebih baik di rumah dari pada kita melihat mereka di ICU,” ujar dr Merry.

Covid-19 ini, sambungnya tidak seperti DBD yang disebabkan oleh nyamuk dapat diantisipasi dengan berbagai cara. “Virus ini kita tidak tahu ada di mana dan bisa kena kepada siapa saja. Makanya, disiplin dan mematuhi protokol kesehatan adalah cara terbaik untuk memutus mata rantai Covid-19,” tandasnya.

Diketahui, berdasarkan laporan Gugus Tugas Provinsi Sulut, total kasus yang terkonfirmasi positif mencapai 5.087 orang dengan penambahan 12 kasus. Untuk kasus sembuh bertambah 28 orang sehingga totalnya 4.312 orang, kasus meninggal 194 orang dan kasus Aktif ada 581 orang, dengan catatan berkurang 16 orang.

“Angka kesembuhan Covid-19 di Sulawesi Utara per 22 Oktober 2020 adalah 84,77% dan angka Kematian (Case Fatality Rate) sebesar 3,81%. Kasus aktif sebesar 11,42 %,” kata dr Steaven Dandel sebagai juru bicara Satgas Covid-19.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here