Hengkang dari Golkar, Imba dan SVR Semakin Giat Menangkan OD-SK

0
267
Politisi gaek Jimmy Rimba Rogi (kiri) dan Stevanus Vreeke Runtu (kanan) semakin giat dan semangat menangkan OD-SK

Manado, Sulutreview.com –  Tindakan memecat dan mencabut keanggotaan partai terhadap sejumlah kader sesepuh Golkar, justru menjadi bumerang bagi pencalonan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Sehan Salim Landjar (SSL) yang diusung partai berlambang pohon beringin di Pilgub Sulut 2020.

Hengkangnya pilitisi gaek sekelas Jimmy Rimba Rogi (Imba) dan Stevanus Vreeke Runtu (SVR) dn kader potensial lainnya, menurut mantan Plt Ketua Golkar Sulut, Firasat Mokodompit justru akan menjadi energi baru untuk semakin giat dan bersemangat memenangkan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK).

“Saya tahu persis para kader senior ini memiliki kekuatan riel. Jika hari ini mereka dicabut keanggotaannya, maka analisa saya 60% kader pemilih Golkar yang diprakirakan 270 ribu suara se Sulut dipastikan akan menambah suara untuk OD-SK,” sebutnya.

Dikatakannya, kader grass root Golkar dan para militan PG, rata rata rasional dalam menentukan pilihan pemimpin. “Mereka sangat memperhatikan kapasitas, kapabilitas dan dedikasi calon. Mereka tidak mau terjebak dengan sesuatu yang telah diketahui,” tandasnya.

Suara suara kader ini, lanjutnya, selalu mengemuka dalam dialog di lapangan, dan kedewasaan berpolitik kader Golkar itu tidak diragukan.

Juga kata dia, biasanya ada faktor benang merah bergandengan di mana mereka akan loyal terhadap kader tulen  seperti Imba dan SVR yang pernah menjabat Ketua PG Sulut.

Bahkan saat ini, kata dia, sudah ada gerakan untuk menyelamatkan partai.

“Saat ini saya dengar sudah ada gerakan penyelamat Partai Golkar Sulut. Gerakan ini akan melemahkan perjuangan paslon CEP- SSL dalam kontestasi pilgub. Mereka kecewa karena managemen partai yang amburadul dalam menyikapi dinamika internal Golkar sulut,” katanya.

Hal itu juga tercermin dalam musda instan yang dilaksanakan di beberapa daerah telah memunculkan Sentimen negatif bagi kelangsungan organisasi.

“Belum lagi ketidak-konsistenan terhadap rekomendasi paslon pemilukada di kabupaten/kota,” sebutnya.

“Olehnya saya melihat ini menjadi langkah gegabah CEP dengan memecat  8 kader senior. Dipastikan hukum karma akan berlaku begitu CEP kalah dalam konstetasi Pilgub nanti,” tukasnya.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here