Perpustakaan Sulut Gandeng Aptisi Tingkatkan Kualitas Literasi

0
75
Asisten I Edison Humiang saat menandatangani kerja sama dengan Aptisi

Manado, Sulutreview.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menggagas kerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sulut. Tujuannya untuk meningkatkan literasi bagi generasi yang lebih berkualitas.

Hal itu ditandai dengan momentum Penandatanganan MoU antara Pemprov Sulut dan Aptisi Sulut di ruang FJ Tumbelaka Pemprov Sulut, Selasa (15/9/2020).

Melalui program Optimalisasi Layanan Literasi Mahasiswa (Ollmas) di Sulut, Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra, Edison Humiang yang mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey sangat berharap, kerja sama akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berkualitas.

Ketua Aptisi Sulut, Syahrul Poli sepakat melakukan kerja sama dengan Pemprov Sulut

“Pemprov Sulut meletakkan pendidikan sebagai prioritas. Harapannya, melalui kerja sama ini akan menghasilkan SDM yang kompeten dan berkualitas,” ungkapnya.

SDM yang mumpuni, sebut Humiang sudah pasti akan berdampak pada kemajuan dan kelangsungan pembangunan daerah.

“Pemprov Sulut demikian konsisten dalam memajukan sektor pendidikan, karena ini penting bagi pembangunan SDM daerah yang berkepribadian dan berdaya saing,” ujarnya sambil menyampaikan apresiasi atas sinergitas Aptisi.

“Strategi pemerintah adalah pengembangan kualitas SDM. Dan ini menjadi misi utama pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw. Di mana Pemprov Sulut juga tengah menggenjot Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang serta Bitung, yang sudah pasti membutuhkan kontribusi nyata dari SDM berkualitas,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulut Janny Lukas menyampaikan kerja sama dilandasi upaya untuk meningkatkan litetasi bagi mahasiswa dari perguruan tinggi swasta yang ada di Sulut.

“Literasi merupakan akses informasi yang sangat diperlukan oleh mahasiswa. Karena sejauh ini, belum memenuhi apa yang diharapkan. Itulah sebabnya  Pemprov Sulut berupaya meningkatkan, melalui jaringan digital serta perpustakaan digital,” ujarnya.

Berbagai upaya optimalisasi akses kepada masyarakat, sambung Lukas, terutama mahasiswa melalui kegiatan Ollmas, yakni kerja sama dengan seluruh perguruan tinggi swasta di Sulut, telah dilakukan pada tahapan awal kerja sama.

“Melalui kerja sama, akan ada forum koordinasi antara Pemprov Sulut dan Aptisi, sampai ke kabupaten/kota. Bahkan lebih dari itu dapat meningkatkan informasi, pengetahuan, pendidikan, penelitian sesuai UU perpustakaan dapat dilaksanakan,” katanya.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Janny Lukas (kanan) didampingi Ketua Aptisi Syahrul Poli (tengah) dan Penasehat Jan WG Polii

Namun yang paling penting, ditambahkan Lukas adalah upaya meningkatkan kunjungan perpustakaan daerah, terus dilakukan melalui kerja sama masyarakat dan mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Aptisi Sulut Syahrul Poli yang didampingi Penasehat Jan WG Polii mengatakan langkah kerja sama akan mengubah image dan paradigma masyarakat, bahwa perpustakaan itu bukan suatu tempat yang tidak representatif dengan lemari tua dan buku-buku yang tidak mengundang minat untuk dibaca. Melainkan akan tampil modern dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada.

“Harapan kami kerja sama ini akan melahirkan perpustakaan modern yang menjadi acuan literasi bagi mahasiswa dan masyarakat, dalam meningkatkan SDM berkualitas ke depan,” imbuhnya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here