Airmadidi – Sulutreview.com – Menjelang pilkada Sulawesi Utara dan Minahasa Utara (Minut), penggiat William Luntungan memutuskan merapat ke kubu Olly Dondokambey-Steven Kandouw (OD-SK) dan Joune Ganda-Kevin William Lotulung (JG-KWL) yang diusung PDI-Perjuangan.
Keputusan tersebut dilakukannya usai berbincang dengan JG-KWL, Selasa (08/09/2020), terkait visi dan misi membangun kabupaten Minahasa Utara. “Ternyata setelah kami berdiskusi hampir selama tiga jam, banyak kesamaan visi dan misi untuk membangun Minut ke depan yang sama-sama kami cintai ini,” ujar Luntungan kepada Sulutreview.com.
Sedangkan keputusannya mendukung ODSK, pria yang akrab dipanggil Will ini menegaskan pasangan petahana tersebut masih dibutuhkan untuk membangun provinsi Sulawesi Utara. Terlebih untuk realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Likupang. “Kabupaten Minahasa Utara masih membutuhkan ODSK sekali lagi untuk melanjutkan KEK Likupang sebagai destinasi wisata bertaraf nasional dan internasional,” kata Will.
“Jadi Minut butuh kepiawaian ODSK lima tahun mendatang untuk melanjutkan pembangunan,” sambungnya.

Disinggung soal jabatannya sebagai ketua dewan pakar DPD NasDem Minut, ia menegaskan telah mundur dari partai besutan Surya Paloh tersebut. “Saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada sekretaris NasDem Minut Donald Tompodung hari Senin (07/09/2020),” tegas Luntungan.
Dalam pemilihan kepala daerah Sulut dan Minut yang bakal dihelat 9 Desember 2020, partai NasDem mengusung cagub Vonnie Anneke Panambunan dan cawagub Handry Runtuwene (VAP-HR). Sementara untuk Minut, NasDem mengusung cabup Shintia Gelly Rumumpe dan cawabup Netty Agnes Pantouw (SGR-NAP).
Lebih jauh Luntungan berpesan agar seluruh elemen masyarakat dan elit politik di Sulut, khususnya di kabupaten Minut, mengedepankan kedamaian meski berbeda dalam mendukung dan memilih calon gubernur dan bupati. “Jangan sampai perbedaan merusak persahabatan,” tandas pria yang biasa tampil kasual tersebut.(art)













