Hibah Rp750 Juta Pemkab ke KONI Minsel Kembali Disoal

James Arthur Konjongian

Amurang, Sulutreview.com – Di tengah makin meluasnya penyebaran Covid-19 di Minahasa Selatan (Minsel) dan ‘dihilangkannya anggaran beasiswa bagi mahasiswa, hibah Pemerintah kabupaten (Pemkab) kepada KONI kembali dipertanyakan.

Pasalnya anggaran senilai Rp750 juta yang telah dicairkan sejak bulan Maret, hingga kini tidak diketahui peruntukkannya.

Dari informasi praktisi dan pengurus olahraga di Minsel, mengatakan tidak ada kegiatan yang dilakukan KONI sejak Januari. Bahkan bantuan bagi praktisi yang terdampak oleh Covid-19 juga tidak kunjung ada.

Makanya Ketua KONI Minsel James Kojongian diminta trasparan atas penggunaan dana hibah dari pemerintah.

“Kalau ditanyakan apakah ada program dari KONI sebagai induk olahraga, sampai sekarang tidak ada. Apalagi dimasa pendemi seperti sekarang, memang tidak ada aktifitas. Begitu juga dengan bantuan-bantuan bagi yang terdampak, setahu kami tidak ada. Makanya sempat bertanya tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Jadi kami dari kalangan praktisi minta supaya ada penjelasan kemana saja anggaran hibah dibelanjakan,” tukas Sam Pattylima dan Ari Pasla.

Pertanyaan penggunaan dana hibah KONI juga datang dari kalangan atlit yang berprestasi. Pasalnya hingga kini janji bonus bagi atlit yang memperoleh medali di Porprov Bitung belum juga diberikan.

Mereka mengharapkan dana hibah dapat digunakan untuk merealisasikan janji dari ketua KONI. Apalagi dengan tidak adanya kegiatan olahraga.

“Miris, KONI mendapat dana hibah tapi tidak disalurkan bagi atlit-atlit yang sudah berprestasi. Lalu dikemakankan itu dana, jangan sampai digunakan untuk kepentingan politik. Ingat kami sudah berjuang mengangkat nama daerah di bidang olahraga tapi sampai sekarang tidak ada penghargaan. Jangan sampai apa yang dijanji-janjikan hanya janji palsu,” beber salah satu atlit yang meraih medali.

Ketidakjelasan penggunaan dana hibah KONI juga dipersoalkan oleh anggota DPRD Minsel Orwin Tengor. Menurutnya semua anggaran yang diambil dari pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan.

Penggunaanya juga harus jelas dan memberi manfaat sesuai bidang. Makanya dia heran bila KONI masih menerima dana hibah sedangkan sekarang tidak ada kegiatan.

“Lebih baik anggarannya digeser ke bantuan sosial, semisal bagi praktisi olahraga baik itu atlit, pelatih maupun pengurus yang terdampak ekonominya. Jangan sampai yang terjadi dihamburkan bagi kegiatan tidak jelas. Sementara kita mengetahui bersama dana beasiswa semuanya sudah digeser,” pungkasnya.(noh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *