Olly : Sektor Pertanian, Kekuatan Ekonomi Sulut

0
74

Tomohon, Sulutreview.com – Sektor pertanian merupakan kekuatan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) disebutkan bahwa 70% sektor pertanian memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi.

“Kekuatan ekonomi Sulut berasal dari sektor pertanian. Di mana 70% pertumbuhan ekonomi datang dari pertanian. Masing-masing terserap 30% dari tanaman keras, 35% dari tanaman holtikultura. Dengan demikian, kalau pertanian kuat pasti ekonomi di Sulut tumbuh terus sehingga masyarakat tidak kehilangan pekerjaan. Khususnya di tengah pandemi Covid-19 ini,” ungkap Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Tomohon, Senin (27/7/2020).

Menyikapi pentingnya perekonomian, maka pemerintah berinisiatif untuk memberikan bantuan dana sebesar Rp1 triliun dengan bunga murah.

“Ada skema yang nantinya akan diatur sehingga memudahkan petani mendapatkan pinjaman dengan bunga murah. Hal ini dimaksudkan untuk menambah modal usaha,” sebut Olly.

Diketahui, kunker Olly di Tomohon dalam rangka menghadiri acara peletakan batu pembangunan bak air untuk pertanian, serta penyerahan bibit dan pupuk jagung manis kepada petani di Perkebunan Wawo.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly menerangkan bahwa agenda tersebut untuk memperkuat sektor pertanian di tengah pandemi Covid-19.

“Mari sama-sama kita perkuat ekonomi Sulut lewat pertanian. Salah satu contoh, hari ini kita dapat menanam bersama-sama,” kata Olly

Olly juga menjanjikan nantinya akan ada bak air lebih banyak. “Kita upayakan supaya bak air lebih banyak, agar dapat dimanfaatkan petani meski bukan musim penghujan,” ujarnya.

Olly mengaku optimis dengan strategi pengembangan sektor pertanian di Tomohon dan daerah lainnya, yang semakin maju. Bahkan dapat membawa kesejahteraan bagi petani di Sulut.

“Ini yang menjadi harapan kita ke depan petani Kebun Wawo berhasil bersama-sama,” tandasnya.

Sebelumnya Olly mengatakan sempat cek di Bulog, ternyata sejak Covid-19, petani lebih rajin turun ke sawah. Sehingga saat ini hasil pertanian mulai surplus. “Karena biasanya Sulut beli dari Makassar, Sulteng atau dari Surabaya. Tetapi kalau kita surplus maka kebutuhan beras kita dapat dipenuhi secara lokal. Terlebih uang juga akan ikut berputar di Sulut,” tukasnya.

Olly juga memotivasi petani untuk lebih giat bercocok tanam. Sebab, hasil pertanian Sulut juga mulai dipasok ke daerah lain.

“Hasil pertanian bawang, rica tomat dari daerah kita sekarang telah dikirim ke Maluku Utara dan Papua. Artinya sudah terjadi perputaran ekonomi. Hal ini harus kita jaga terus supaya ekonomi tumbuh,” kata Olly.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here