Disbun Sulut dan Faperta Unsrat Rancang Grand Design Pengembangan Kelapa

0
89

Manado, SULUTREVIEW – Menindaklanjuti akan rapat virtual Gubernur Sulut Olly Dondokambey tentang pengembangan kelapa di Sulut, maka Pempov Sulut melalui Dinas Perkebunan (Disbun) langsung gerak cepat dengan penandatanganan kerja sama Fakultas Pertanian Unsrat.

Kerja sama tersebut masing-masing ditandatangani Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Prof Dr Robert Moleanar MS dan Kadis Disbun Ir Refly Ngantung yang disaksikan para wakil dekan, sekretaris dinas, seluruh eselon tiga Disbun Sulut, ketua jurusan dan perwakilan dosen.

Kadis Disbun Sulut Ir Refly Ngantung menjelaskan sesuai arahan Gubernur Olly Dondokambey maka kelapa di Sulut harus maju dan dikembangkan maka dilakukan kerja sama ini dengan melakukan kesepakatan membuat grand-design atau merancang sistem pengembangan kelapa Sulawesi Utara ke depan.

“Kerja sama tersebut didasarkan pada kesadaran Pemprov Sulut dalam hal ini Dinas Perkebunan bahwa tanaman kelapa merupakan “tree of life” bagi rakyat sulut dan merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian daerah,” jelas Ngantung yang didampingi staf eselon tiga usai penandatanganan.

Ngantung mengharapkan outcome dari kerja sama ini dapat dijadikan pegangan dalam mengeksekusi program dan kegiatan pengembangan kelapa sulut kedepan baik oleh instansinya
maupun oleh stakeholder terkait.

“Sebagai bukti keseriusan dalam mengerjakan program kerja sama ini, Dekan Faperta dalam waktu dekat akan mengeluarkan Surat Keputusan pembentukan tim kerja penyusun grand-design pengembangan kelapa Sulut,” tukasnya.

Sementara Dekan Faperta Unsrat Prof Dr Robert Molenaar mengatakan masalah utama yang dihadapi oleh sektor perkelapaan di Sulut antara lain rendahnya nilai tambah ekonomi yang dihasilkan. Dari produk kelapa yang disebabkan orientasi dari sebagian besar pelaku usaha masih berkutat pada produk konvensional kopra, bukan pada turunan kelapa yang memiliki nilai tambah yang lebih besar.

“Program pengembangan kelapa selama ini hanya dilakukan secara parsial dan pihak-pihak yang terkait tidak terintegrasi secara baik,” jelasnya .

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Faperta) Dedie Tooy, PHd, MS selaku ahli perkelapaan di Sulut menambahkan sudah saatnya pengembangan kelapa Sulut dirancang dalam suatu model .

“Dengan sistem yang komprehensif dan mempertimbangkan perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa depan serta dapat diimplementasikan di lapangan,”ujarnya.(hil/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here