Gubernur dan Rektor Unsrat Sinergi Tangani Covid-19

0
211

Manado, SULUTREVIEW – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey dan Rektor Universitas Sam Ratulangi Ellen Kumaat melakukan video conference membahas penanganan pandemi Covid-19 di Manado, Senin (1/6/2020).

Gubernur Olly mengapresiasi dukungan pihak Unsrat dalam penanganan Covid-19. Sekaligus juga berdiskusi tentang fasilitas di Unsrat yang dapat ditingkatkan untuk membantu pemeriksaan sampel Covid-19.

“Setelah kita berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pihak laboratorium. Yakni di RSUP Prof Kandou dan di balai pusat, ternyata ada hambatannya. Di mana balai pusat harus melayani wilayah regional yang ada di wilayah timur. Yakni, Maluku Utara dan sekitarnya sehingga hasil PCR menumpuk. Padahal sehari dapat menyelesaikan sekitar 80-90 sampel,” kata Olly.

Begitu juga RS Kandou yang masih sangat terbatas karena belum maksimal bekerja.

“Waktu saya telepon ibu Rektor ternyata di Unsrat bisa. Jadi tinggal dorong sedikit, bisa kita manfaatkan. Saya sangat berterima kasih karena support dari Unsrat sendiri bisa kita lakukan. Pemprov akan bantu agar laboratorium PCR di Sulut ini bisa bertambah sehingga bisa mempercepat, mendeteksi dan kita bisa mengisolasi gejala-gejala pada masyarakat yang ada,” lanjutnya.

Selain itu, Olly juga menerangkan upaya lainnya dengan mengoptimalkan keberadaan rumah sakit di kabupaten dan kota di Sulut untuk menangani Covid-19.

“Kita harus siap betul makanya kita anjurkan di Provinsi Sulut, RS daerahnya kita akan tingkatkan menjadi RS Covid-19. Jadi pasien umum kita arahkan ke RS swasta yang lain,” ujarnya.

Selanjutnya, RS pemerintah akan dibuat khusus penanganan Covid-19. Juga yang ada di Noongan dan Bitung, sehingga kapasitas untuk pelayanan Covid-19 bagi masyarakat bisa terpenuhi.

“Kita juga sudah mengajak beberapa RS swasta dan mereka juga mau misalnya RS yang akan kita buka dalam minggu-minggu ini di Tateli sudah siap untuk penampungan, sama dengan RS Siloam baru empat ini yang confirm untuk penanganan covid. Hal-hal inilah yang mendorong agar supaya laboratorium PCR ini lebih banyak,” ungkap Olly.

Menurut Olly, dengan semakin banyak laboratorium PCR akan semakin mempercepat upaya deteksi kepada masyarakat yang terdampak.

“Kita mendeteksi para masyarakat yang terdampak sehingga kita bisa langsung isolasi. Kami sangat berterima kasih peran serta Unsrat yg terlibat dalam kegiatan laboratorium PCR untuk kita tingkatkan,” ujarnya sambil menambahkan Pemprov akan mendukung, mensupport, mendorong segala percepatan fasilitas yang ada di Unsrat sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung,” papar Olly.

Provinsi sambung Olly akan mensuport semua kegiatan, dan diharapkan dapat dilakukan sosialisasi.

Dalam diskusi, gubernur mengatakan Unsrat memiliki laboratorium yang bisa dimanfaatkan untuk tindakan PCR.

“Unsrat ternyata dapat membantu untuk PCR, tinggal di dorong sedikit dan bisa dimanfaatkan. Saya akan bicara dengan jajaran yang ada di Pemprov secepatnya kita dorong laboratorium ini agar bisa dimanfaatkan sehingga kita bisa mempercepat deteksi gejala covid 19 di masyarakat Sulut,” katanya.

Sementara itu Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA mengungkapkan sejauh ini memang Unsrat memiliki laboratorium yang bisa dimanfaatkan untuk PCR atau polymerase chain reaction. “Jika dimanfaatkan maka bisa mendeteksi 300-500 sampel per hari. Tentunya ini akan sangat membantu pengambilan tindakan medis bagi pasien yang diduga terinfeksi covid 19,” jelasnya.

Kumaat berharap laboratorium Unsrat ini bisa dimanfaatkan melalui support dan kerjasama dengan Pemprov Sulut. “Intinya kami siap membantu pemerintah daerah dengan fasilitas yang kami miliki, dengan harapan bantuan ini bisa mempercepat penanganan pandemi covid 19,” tutur Kumaat (hil/*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here