Masyarakat Tidak Disiplin, Picu Peningkatan Covid-19 di Sulut

Petugas surveilans usai melakukan screening rapid test di Dinkes Sulut

Manado, SULUTREVIEW

Kasus mewabahnya Covid-19 di Sulut setiap hari mengalami peningkatan, sehingga menyentuh angka 281 orang yang terpapar virus atau ketambahan 25 kasus hingga Rabu (27/05/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel MPH menjelaskan tim surveilans secara intens dan masif melakukan pemeriksaan dan screening, sehingga dengan cepat dapat menemukan kasus-kasus baru.

Hal itu dilakukan agar mata rantai penyebaran dapat diputus.

“Tim surveilans secara progresif berupaya menjangkau orang yang kontak erat risiko tinggi, melalui screening sehingga banyak ditemukan kasus, kemudian menutup dan membungkus sehingga penyebaran dapat diminimalisir,” ungkap Dandel.

Dandel menyebut, masyarakat yang kurang disiplin dikhawatirkan akan memberikan kontribusi meluasnya Covid-19.

“Pencegahan utama adalah dari masyarakat yang melindungi diri sendiri, yakni dengan mematuhi protokol kesehatan, antara lain dengan menggunakan masker, hindari kerumunan, social gathering dan konsumsi gizi yang baik,” ujar Dandel.

Namun dengan abainya masyarakat, Dandel mewarning, maka peningkatan kasus akan terus terjadi. Bahkan parahnya lagi akan membludak dan secara fatalistis akan meningkatkan angka kematian.

“Jika terjadi peningkatan kasus, karena tindakan pencegahan utama diabaikan, maka tim surveilans akan kelabakan dalam melacak, dan ini akan mengarah pada fatalistis. Karena berakhir di rumah sakit, apalagi dengan jumlah sarana dan prasarana rumah sakit yang terbatas,” tukasnya.

Dandel merinci, untuk kasus sembuh bertambah 2, yaitu kasus 72 asal Tomohon dan kasus 53 asal Boltim. Dengan demikian total sudah 38 orang sembuh.

Untuk kasus meninggal kembali bertambah, yaitu 5 orang, kasus 175, 273, 277, 279, 280. Jadi total sudah 34 orang.

“Hari ini kita ketambahan 17 kasus positif, sehingga akumulasi tercatat 281 kasus dan kasus aktif yang dirawat sudah mencapai 209 orang,” ujarnya.

Berikut tambahan 25 kasus baru :

Kasus 265 perempuan 81 tahun asal Manado naik status dari PDP

Kasus 266 laki-laki 43 tahun Manado  rapid reaktif tetap swab positif

Kasus 267 perempuan 66 tahun Manado naik status dari PDP

Kasus 268 perempuan 56 tahun Manado naik status dari PDP

Kasus 269 perempuan 45 tahun Minahasa naik status dari PDP dan pelaku perjalanan aktif Minahasa- Manado

Kasus 270 perempuan 66 tahun asal Manado, naik status dari PDP

Kasus 271 laki-laki 55 tahun Tomohon KERT 156

Kasus 272 perempuan 62 tahun Manado naik status  dari PDP klaster pasar Pinasungkulan

Kasus 273 laki-laki 51 tahun Minahasa naik status dari PDP, meninggal dunia 15 Mei

Kasus 274 perempuan 48 tahun Manado KERT 74

Kasus 275 laki-laki 28 tahun Manado hasil pemeriksaan rapid yang reaktif

Kasus 276 perempuan 40 tahun Manado naik status dari ODP

Kasus 277 laki-laki 55 tahun Manado naik status dari PDP, meninggal dunia pada 13 Mei dengan komorbit pneumonia

Kasus 278 laki-laki 36 tahun Minut hasil dari rapid yang reaktif

Kasus 279 laki-laki 65 tahun Mitra, naik status dari PDP dan sdh meninggal 17 Mei dengan komorbit tumor paru

Kasus 280 perempuan 52 tahun asal Manado, naik status dari PDP, dan sudah meninggal pada 17 Mei komorbit hepatitis

Kasus 281 perempuan 56 tahun asal Manado, naik status dari PDP.(hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *