Airmadidi, SULUTREVIEW
Rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang memilih Ilo-ilo sebagai lokasi pekuburan Covid-19, mendapat penolakan warga setempat.
Pemprov Sulut, seperti yang yang disebutkan telah menyediakan lahan seluas 5 hektar untuk pemakaman khusus jenasah yang meninggal akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Namun hal itu keburu menuai protes dari warga Ilo-ilo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Sosialisasi yang rencananya akan digelar pihak Pemprov Sulut di Balai Desa Wori Selasa pada (28/04/2020) menemui jalan buntu.
Protes yang dilakukan, warga menutup pintu masuk kawasan Ilo-ilo. Ratusan warga memadati balai desa.
Mereka melayangkan protes keras atas rencana Pemprov Sulut yang dihadiri Asisten I Setdaprov Sulut Edison Humiang.
Warga terlihat membentangkan spanduk penolakan yang berbunyi, “Warga Ilo-Ilo tolak manta-manta kubur korona”
“Kami seluruh elemen masyarakat Desa Wori menolak, sekali lagi menolak lahan pekuburan Covid-19. Tolak, Tolak dan Tolak,” seru warga.
“Kami akan menolak rencana lahan kubur Covid-19 di desa kami, karena yang akan merasakan langsung adalah kami. Kalau ada ambulance membawa jenasah covid kalau perlu kami bakar,” tandas Tenni Kilapong warga setempat.
Warga lain menyoroti tidak ada sosialisasi, tetapi sudah memasangan patok batas lahan pekuburan.
Sementara itu terkait rencana tersebut Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP) didampingi Plh Sekda Drs Allan Mingkid mengakui tidak ada pemberitahuan dan sosialisasi dari Pemprov Sulut.
“Sesuai Perda untuk pendirian lahan pekuburan harusnya ada izin dari kepala daerah. Tidak boleh sembarang. Apalagi justru lahan itu ada di tengah-tengah pemukiman warga. Masih banyak tempat lain yang jauh dari pemukiman warga,” kata VAP.(srv)













