Renungan : Lima Kejadian Ajaib di Jumat Agung

Oleh : Pdt Honny Supit Sirapanji MTh

JUMAT Agung dimaknai umat Kristen di seluruh jagat ini sebagai peristiwa besar dan ajaib.

Mengapa? karena Jumat Agung merupakan peringatan kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib.

KematianNya, adalah bukti kebesaran kasihNya bagi umat-Nya. Dia rela disalibkan untuk menebus dosa-dosa dan pelanggaran manusia.

Dikatakan Gembala Sidang GBI Menorah Manado, Pdt Honny Supit Sirapanji MTh, pada saat disalibkan, seperti yang tertulis dalam Injil Matius 27:50-54, Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.

Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”

Dari pembacaan firman Tuhan tersebut terdapat peristiwa besar dan keajaiban di Hari Jumat Agung.

Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. Dan Tabir Bait Suci terbelah dua.  Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: “Sungguh, orang ini adalah orang benar!” ( Lukas 23:44-47 ).

“Jumat Agung adalah hari yang sangat besar dan luar biasa. Kitab Injil mencatat ada lima kejadian ajaib di hari Jumat Agung,” sebut Pdt Honny.

Pertama, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dari jam dua belas sampai jam tiga. Matahari tidak bersinar dan bumi menjadi gelap selama tiga jam. Kegelapan saat itu adalah sebuah kejadian yang janggal. Dan bukan gejala alam biasa.

Kedua, Tabir Bait Suci terbelah dua.

Ketiga, terjadi gempa bumi dan bukit bukit batu terbelah.

Keempat, kuburan-kuburan terbuka banyak orang kudus yang meninggal bangkit.

Kelima, kepala pasukan dan prajuritnya yang menyalibkan Yesus memuliakan Tuhan.

Mengapa lima peristiwa keajaiban itu terjadi di saat Yesus menyerahkan nyawa-Nya, di hari Jumat Agung.

“Semua ada jawaban-nya dan tertulis di dalam Alkitab. Berbahagialah Kita yang percaya dan mengikut Yesus. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus. Karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,” ungkap Pd Honny mengutip (Ibrani 10 : 19-20).

Oleh Darah Yesus, dosa dan pelanggaran umat manusia dihapuskan.

“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” (Roma 4:7-8).

Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus memberi pengampunan, kemenangan dan kehidupan kekal bagi umat manusia.

Sementara itu, di tengah pergumulan pandemi Covid-19, Pdt Honny mengajak seluruh umat Kristen untuk tak jemu-jemu berdoa, meminta belas kasihan Tuhan.

“Doa kami kiranya Tuhan mengampuni  dan memulihkan negara dan bangsa kami. Nyatakanlah lagi mujizat dan keajaiban-Mu Ya Tuhan. Kami mau lagi lawatan-Mu yang lebih besar,” katanya.

“Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali. (Yesaya 26:19).

Pada momentum ini, atas nama Gembala Sidang dan seluruh pelayan serta jemaat GBI Menorah Manado menyampaikan selamat memperingati Jumat Agung dan menyongsong perayaan Paskah Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.(hil/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *