Gumuli Covid-19, Pemprov Sulut dan Toga Berdoa Minta Pertolongan Tuhan

0
1103

Manado, SULUTREVIEW

Menyikapi penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang semakin masif, menyusul penyampaian resmi dari Pemerintah Pusat bahwa ada masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang positif terpapar virus, pemerintah langsung melakukan gerak cepat.

Sejumlah strategi ditempuh, hal itu terungkap usai Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw bersama jajaran dan instansi terkait menggelar rapat terbatas (ratas) hingga tengah malam.

Fenomena pandemi yang melanda berbagai belahan dunia tersebut disikapi Gubernur Olly dengan menggulir dana yang besarannya cukup fantastis sebesar Rp45 miliar.

“Penanganan Pemprov Sulut yang dilakukan secara all out tersebut, dialokasikan untuk menambah ruang isolasi yang sejauh ini baru tersedia 10 ruangan. Berikut penambahan rumah singgah hingga laboratorium,” jelas Olly pada Sabtu (14/03/2020).

Rang isolasi RSUP Prof RD Kandou, juga akan ditingkatkan menjadi 80 kamar. Demikian juga laboratorium, mendesak untuk disiapkan.

“Fasilitas kebutuhan medis harus segera disediakan. Dengan demikian tidak menunggu pusat lagi. Pemprov yang akan menyiapkan rumah singgah, dengan desain seperti di Bapelkes,” tukasnya.

Namun upaya tersebut tidak cukup, untuk menghentikan terpaan Covid-19, Gubernur Olly secara religius menyadari membutuhkan pertolongan Tuhan.

Sebab, usaha yang maksimal sekali pun yang dilakukan manusia tidak dapat melawan kedaulatan Yang Maha Kuasa.

Harapannya adalah Sulut dihindarkan Tuhan dari bencana dahsyat sebagaimana yang terjadi di negara-negara lain, yang berjatuhan korban jiwa.

Para tokoh agama (toga), baik Kristen Protestan, Katolik, Islam, Budha, Hindu dan Konghucu yang ada dalam wadah Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) bersatu hati menaikkan doa bersama meminta belas kasihan Tuhan, agar Tuhan melindungi dan meluputkan Sulut dari ancaman maut Covid-19.

“Tuhan lindungi dan luputkan Sulawesi Utara dari bencana virus Corona. Jaga dan berkati seluruh masyarakat agar dihindarkan dari serangan wabah,” kata Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Pdt Dr Hein Arina MTh.

Hal yang sama juga disampaikan para tokoh agama lainnya, yang juga meminta kepada Tuhan agar seluruh masyarakat Indonesia, Sulut khususnya maupun pemerintah dan tenaga medis yang berada di garda terdepan diberikan kesehatan dan hikmat, sehingga penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir.

Turut hadir, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sulut, dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS, Kepala Dinas Dukcapil Sulut, dr Bahagia Mokoagow, jajaran Eselon II, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL).

Diketahui, Gubernur Olly juga mengajak seluruh umat dan masyarakat Sulut terus berdoa. Dan pada hari yang sama dilakukan gerakan doa bersama yang disampaikan melalui imbauan :

Salam Sejahtera bagi kita semua,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Om Swastyastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,

Masyarakat Sulawesi Utara yang saya cintai, menyikapi Penyebaran Pendemi Covid-19 yang menjadi pergumulan serta persoalan Dunia dan Indonesia didalamnya Sulawesi Utara.

Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik, mari selalu menjaga imunitas tubuh dengan berprilaku hidup sehat dan jangan ragu untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan apabila merasa sakit (demam, flu, batuk, dan sebagainya), serta untuk sementara waktu mari kita mengurangi kegiatan berkumpul dan menghindari keramaian (social distancing).

Di atas semua upaya tersebut saya mengajak kita semua senantiasa bersandar dan mengandalkan Tuhan Allah Sang Pencipta serta menyerukan mari kita mempersiapkan waktu untuk Sepakat Berdoa Bersama.

Doa seluruh lapisan masyarakat dari Miangas sampai Pinogaluman, dari semua golongan agama dan kepercayaan.

Berdoa bagi Sulawesi Utara, bagi Bangsa Indonesia bahkan bagi dunia meminta kepada Tuhan Allah Sang Pencipta semoga segera dilalukan dan dipulihkan dari Pendemi COVID 19.

Mari kita mulai Gerakan Doa Bersama ini pada besok hari, Selasa 17 Maret 2020 pukul 12.00 Wita; dari rumah-rumah, dari tempat kerja dan dari tempat beraktivitas kita masing-masing.

Berkenan ditandai dengan membunyikan Lonceng-lonceng Gereja, Bedug Masjid dan atau alat kelengkapan ibadah/doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Gerakan Doa Bersama ini selanjutnya tetap dilaksanakan secara berkelanjutan setiap waktu dan kesempatan yang di atur secara mandiri.

Kiranya Tuhan Allah Sang Pencipta berkenan mendengar, menyertai dan memberkati Torang Samua Ciptaan-Nya. AMIN

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Om Santih, Santih, Santih, Om Shadu-Shadu-Shadu, Shalom.(hil)

(ADVERTORIAL DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, PERSANDIAN DAN STATISTIK DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here