Desain Terminal Bandara Sam Ratulangi, Kombinasikan Konsep Tradisional dan Modern

0
872

Manado, SULUTREVIEW

Pekerjaan mega proyek eksisting Bandara Sam Ratulangi, telah dimulai, menyusul ground breaking yang dilakukan Direktur Teknik AP I Lukman F Laisa dan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, Senin (09/03/20).

Pada Oktober 2020 mendatang, bandara dipastikan tampil megah dengan desain modern yang bakal menjadi fasilitas umum kebanggaan masyarakat.

Proyek pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado ini akan meningkatkan kapasitas terminal dari 2,7 juta di atas lahan seluas 26.481 meter persegi menjadi 5,7 juta orang pertahun di atas lahan seluas 57.296 meter persegi. Sebagai informasi, pada 2019 Bandara Sam Ratulangi Manado telah melayani 2,2 juta penumpang, dengan 22,7 ribu pergerakan pesawat, serta 13,6 ribu ton kargo.

Bandara ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas modern mulai dari penambahan fix bridge yang semula 3 unit menjadi 5 unit. Konter check-in dari 30 unit menjadi 45 unit. Area parkir yang semula dapat menampung 350 kendaraan roda empat nantinya dapat menampung hingga 650 kendaraan. Untuk roda dua yang semula dapat menampung 734 unit menjadi 760 unit.

Secara umum, desain terminal Bandara Sam Ratulangi Manado mengombinasikan konsep tradisional dan modern.

Sentuhan tradisional berupa motif batik Tarawesan Pareday yang tercipta dalam bentuk geometris (pakarisan) yang menyerupai sebuah perulangan garis sebagai representasi sebuah simbol gelombang kehidupan manusia yang hadir dari dua arah, yaitu arah atas dan bawah.

“Sisi modern akan tampak pada fasilitas-fasilitas terminal yang berstandar internasional,” jelas Lukman.

Dari sisi kinerja pelayanan, Bandara Sam Ratulangi Manado memiliki nilai kepuasan pengguna jasa atau Customer Satisfaction Index dari Airport Council International sebesar 4,75  di tahun 2019, yang artinya pengguna jasa sangat puas dengan pelayanan bandara. Ini juga telah menempatkan Bandara Sam Ratulangi Manado di peringkat 11 dari 78 bandara di seluruh dunia dengan kategori 2 sampai dengan 5 juta penumpang.

“Diharapkan dengan pengembangan ini akan semakin meningkatkan positioning bandara ke depannya,” ujar Lukman.

Olly berharap, pekerjaan proyek perluasan bandara dapat dikebut dan rampung secepatnya.

“Proyek pengembangan ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun, sehingga akan menjadi kado Natal bagi masyarakat Sulut. Mohon dukungan doa seluruh warga Sulawesi Utara,” kata Olly.

Walaupun saat ini kondisi industri pariwisata cukup terpukul dengan adanya pandemi Virus Corona yang menyebar luas di hampir seluruh penjuru dunia,  sehingga menurunkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan, namun dalam jangka panjang potensi pertumbuhan industri pariwisata bakal meningkat.

Pada 2025, Olly menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Sulut yang didukung oleh pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang di atas lahan seluas 396 hektar.

“Pengembangan Likupang ini dapat mendorong kunjungan wisman sebanyak 162 ribu orang pada 2025 atau berkontribusi 16 persen dari total target 1 juta wisman,” tukasnya.

Di sisi lain, Olly meyakini progress bandara Sam Ratulangi bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulut.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here