Manado, Sulutreview.com
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mendesak pekerjaan proyek perluasan bandara Sam Ratulangi agar dipercepat.
Dia berharap penyelesaian perluasan bandara akan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik. Mengingat perluasan yang dilakukan akan meningkatkan status bandadara Sam Ratulangi menjadi bandara internasional.
“Saya optimis PT Adhi Karya dapat mempercepat pekerjaan perluasan bandara, sebelum Oktober 2020. Karena ini menjadi harapan masyarakat Sulut, sekaligus juga persiapan untuk menyambut kegiatan internasional G20 pada tahun 2023 mendatang. Untuk itu saya juga akan me-lobby pemerintah pusat,” kata Gubernur Olly pada kesempatan Ground Breaking perluasan Bandara Sam Ratulangi, Senin (9/03/2020).
Terkait G20, Olly menyebut Sulut memiliki saingan Labuan Bajo. “Makanya kalau perluasan bandara ini dapat dipercepat, maka Sulut jauh lebih siap,” tukasnya.
Di sisi lain, Olly menambahkan selesainya perluasan bandara akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut.
“Lihat saja meskipun ada virus Corona, dan kunjungan turis Cina sudah kita hentikan sejak tanggal 21 Februari lalu, tetapi tingkat kunjungan masih tetap bergairah. Hanya sekian persen saja berkurang,” tukasnya.

Menariknya, terkait penanganan dan kesiapan bandara, Olly memberikan apresiasi kepada GM Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi, Minggus Gandeguai yang terbilang cekatan dalam mengantisipasi virus Corona.
“Pak GM Bandara Sam Ratulangi, sangat tanggap dalam menangani bandara, yang mengacu pada prosedur tetap. Kinerja Pak GM sangat baik, menyusul penutupan pintu penerbangan untuk turis Cina,” imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Teknik AP I Lukman F Laisa mengatakan luasan terminal Bandara Sam Ratulangi setelah dilakukan exsisting akan menjadi 57.296 M2 dari sebelumnya 26.481 M2.
Dengan demikian terdapat peningkatan kapasitas penumpang dari kondisi eksisiting yang hanya mampu menampung 2,6 juta pax per tahun akan menjadi 5,7 juta pax per tahun.
“Bandara ini akan dilengkapi fasilitas Modern fix bridge jadi 5 unit plus 350 parkir jadi 650 untuk roda empat dan 700-an roda dua,” tukasnya sambil menambahkan pekerjaan perluasan bandara akan disupport oleh tenaga kerja andal.
Direktur Operasional I PT Adhi Karya, Budhi Sadewa Sadhiro menyampaikan apresiasi kepada AP I Bandara Sam Ratulangi,
“Terima kasih atas kepercayaan AP 1 kepada PT Adhi Karya untuk mengerjakan proyek monumental. Kami optimis dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu pada 27 Oktober 2020 nanti. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan pada liburan Natal,” ujarnya.
Dia juga mengatakan bandara akan dipenuhi dengan ornamen dengan ciri-ciri budaya Minahasa. “Supaya kalau orang datang benar-benar datang ke Sulut. Apalagi menyongsong berbagai iven nasional dan internasional, maka akan melambungkan citra Sulut,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, GM AP I Bandara Sam Ratulangi, Minggus Gandeguai mengatakan dengan dimulainya pekerjaan proyek maka pada Desember, bandara akan tampil dengan wajah baru.
“Pada Desember nanti bandar telah dapat digunakan para pengguna jasa khususnya masyarakat Sulut,” tandasnya.
Minggus mengharapkan dukungan dari seluruh pihak agar proyek perluasan bandara kebanggaan masyarakat Sulut dapat berjalan dengan lancar dan selesai pada waktu yang telah ditentukan.
“Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sulut agar proyek perluasan ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai sesuai target yang telah ditetapkan sehingga menjadi hadiah Natal bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara. Kami mohon maaf jika selama proses pembangunan nantinya akan mengakibatkan kekurangnyamanan.
Namun kami berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pengguna jasa,” ucapnya.
Turut hadir, jajaran PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku pelaksana proyek, PT Penta Rekayasa selaku Konsultan Perencana, PT Artefak Arkindo selaku Konsultan Manajemen Konstruksi serta seluruh jajaran pejabat Bandara Sam Ratulangi Manado.(eda)













