Cyrillus Kerong Dorong Airlangga Hartarto Lebih Gesit Atasi Perekonomian

0
294

Jakarta, SULUTREVIEW

Koordinator Tim 9 Partai Golkar Cyrillus Kerong mengatakan mencermati kondisi perekonomian nasional dan situasi sosial-politik, pihaknya menyatakan bahwa
memasuki tahun 2020, kondisi kehidupan rakyat Indonesia makin sulit dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Itu ditandai dengan daya beli masyarakat yang makin merosot dan kondisi ekonomi yang makin sulit,” tukasnya seraya menambahkan, hal itu ditandai dengan pertumbuhan kredit yang bakal lebih rendah dari 7 persen selama 2020.

“Dalam kondisi yang sulit ini, sebagian besar uang tersebut, tersedot untuk membeli Surat Utang Negata (SUN) yang bunganya lebih tinggi dari bunga deposito,” ujarnya.

Oleh  karena itu, lanjutnya, seluruh komponen bangsa ini, khususnya pemerintah, dituntut segera menemukan solusi. Mengingat Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, merupakan anggota Kabinet Indonesia Maju yang ditugaskan oleh Presiden Jokowi untuk bertanggung jawab di bidang perekonomian. “Maka Airlangga Hartarto dituntut untuk lebih gesit dan cekatan mengatasi permasalahan di bidang perekonomian,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat(14/2).

Menurutnya  sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar harus mampu mengajak seluruh komponen Partai Golkar untuk bersama-sama berpartisipasi mengatasi berbagai permasalahan bangsa, mengingat fungsi partai politik antara lain adalah mengatasi persoalan yang dihadapi bangsa dan negara melalui agregasi politik dari basis konstituen, tukasnya.

Yang pasti, mesin politik karya Partai Golkar baru dapat bekerja secara optimal, apabila kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar itu ditempati oleh kader-kader yang berkualitas dan memiliki rekam jejak mumpuni berdasarkan kriteria PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela).

“Sebagai bagian komunitas kader Partai Golkar, kami yang bergabung dalam Tim Sembilan tentu saja mengapresiasi Bapak Presiden Jokowi yang telah menunjuk Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian,” katanya.

Namun demikian, mengingat semakin kompleks dan rentannya permasalahan ekonomi nasional saat ini, dengan ini timnya  berpendapat bahwa apabila Airlangga Hartarto kurang mampu berkonsentrasi secara penuh pada domain tugas dan kewajibannya sebagai Menko Perekonomian, maka kami menyarankan yang bersangkutan untuk memilih hanya satu dari dua jabatan rangkap yang saat ini disandangnya, yakni sebagai Menko Perekonomian atau Ketua Umum DPP Partai Golkar. (rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here