Olly Optimistis Sulut Jadi Daerah Pengekspor Jagung

0
187

Kalawat, SULUTREVIEW

Produktivitas tanaman jagung di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan peningkatan signifikan.

Hal itu membuktikan capaian target  untuk memproduksi 1 juta ton jagung, dipastikan akan mengantarkan Sulut sebagai daerah pengekspor jagung sebagai pakan ternak.

Pada kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), Sulut optimistis bakal menjadi daerah pengekspor jagung pakan ternak.

“Hasil pertanian kita meningkat terus. Dapat dipastikan pada tahun ini kita sudah bisa ekspor jagung,” kata Olly saat melakukan panen jagung varietas-varietas unggul baru (VUB) bersama Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian di perkebunan Desa Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Selasa (11/02).

Sebelumnya, Kementerian Pertanian memberikan support melalui  pengembangkan produksi jagung pakan ternak, menyusul pada tahun 2019, Sulut mendapat bantuan bibit dan alat produksi pertanian.

Bantuan itu, disiapkan untuk lahan 30 ribu hektar. Selanjutnya tahun 2020 ini, bantuan naik menjadi 50 ribu hektar perluasan tanaman jagung.

“Saat ini kebutuhan jagung di Sulut mengalami peningkatan menyusul aktifitas peternakan yang semakin tinggi seperti peternakan kuda dan sapi,” tukasnya.

Olly mencontohkan, untuk pakan kuda pacu dibutuhkan 3 kilogram  jagung per hari per kuda, dan sapi pacu sebanyak 2 kilogram per hari per sapi.

“Tahun ini bantuan bibit dan alat pertanian sangat banyak. Karena peternakan di Sulut meningkat pesat. Dengan demikian diperlukan adanya kebersamaan. Peternak dan petani harus saling topang agar program ini berjalan dengan baik,” ujarnya sambil menambahkan tanah di Sulut sangat subur.

“Tanah kita sangat subur. Tanam apa saja bertumbuh. Saya ajak masyarakat untuk menangkap peluang ini, demi kesejahteraan masyarakat,” sambung Olly.

Menariknya, Olly menyebutkan Sulut telah menjadi pilot project bibit lokal.

Selain mendapat bantuan bibit dan alat mesin pertanian, Sulawesi Utara juga menjadi pilot project pengembangan bibit jagung lokal.

Varietas ini diharapkan dapat mendorong pengurangan impor benih jagung, yang selama ini memasok 80 persen kebutuhan bibit jagung nasional.

“Pemerintah pusat mengusulkan Sulut jadi pilot project pengadaan bibit lokal. Saya kira ini bagus sekali dan kkta patut berbangga. Dengan hadirnya varietas bibit lokal, ketergantungan akan benih jagung nasional terhadap asing semakin berkurang. Dan petani jadi lebih mudah mendapat bibit jagung,” ujar Olly.

Gubernur Olly juga mengajak peran serta akademisi di fakultas pertanian dan peternakan untuk menunjang produksi tanaman pangan ke depan dalam rangka meningkatkan pertanian di Sulut.

Menurut Olly, inovasi di bidang pertanian dan peternakan sebagai bagian dari program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di Sulut.

“Hasilnya sangat baik. Kemiskinan di Sulut turun. Artinya program ODSK lewat pertanian dan peternakan berhasil kita lakukan, dan harus kita tingkatkan,” tambah Olly.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowiling menyampaikan apresiasi atas atensi ODSK.

“Atas dorongan Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, produksi jagung kita mencapai target 1,2 juta ton.  Dengan begitu mampu memenuhi kebutuhan lokal dan antarprovinsi,” kata Wowiling.

Gubernur Olly, pafa kesempatan yang sama, secara simbolis memanen jagung dan melakukan inseminasi buatan terhadap ternak sapi.

Turut hadir, Ketua DPRD Minut Denny Lolong.

Pada kesempatan itu, Balitbangtan Kementerian Pertanian, menyerahkan bantuan bibit, alat mesin pertanian kepada kelompok tani serta bantuan sapi bagi peternak.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here